Mimpi Saya Untuk Membuat Bangga Kedua Orangtua
Senin, 9 September 2019 | 10:13 WIB

Menempuh pendidikan dengan literasi yang beragam dan dengan keterbatasan masing-masing menjadi berhasil, tidak hanya menimbulkan kekaguman yang luar biasa namun juga rasa syukur tak terhingga. Fernando, mahasiswa jurusan Teknik elektro ini mampu melewati batas kemampuannya sendiri dengan banyak berlatih. Tak hanya rasa puas namun merasa terhormat ketika  bisa menjadi salah satu wisudawan terbaik periode II 2019 Unika Soegijapranata. “Sudah menjadi mimpi saya untuk membanggakan kedua orangtua saya,” ucap Fernando yang merupakan Alumnus SMA Kanisius Kudus dan berhasil menyelesaikan studi S-1 nya dengan IPK 3,42.

Mahasiswa yang pernah mengikuti UKM Bridge ini pun menuturkan, selama menempuh pendidikan di Unika Soegijapranata semuanya cukup efektif dan juga didukung fasilitas di kampus yang lengkap membuat proses perkuliahan pun terasa nyaman. Para dosen dan staf pun sangat berkompeten dalam bidangnya, hal ini pun membuat materi  yang diajarkan lebih mudah dipelajari oleh  mahasiswa. “Untuk kegiatan di kampus Jujur saja saya kurang aktif dalam UKM karena terkendala beberapa masalah. Yang jelas UKM sangat berfungsi baik untuk mahasiswa baru. Menambah dan menjalin relasi serta menyalurkan hobi”, jawabnya lagi.

Lebih luas Nando menjabarkan tentang perjalanan tugas akhirnya. Pada awalnya Nando mengusulkan topik yang berbeda dengan yang ia teliti sekarang yakni  menganalis kelainan otot pada orang, namun  karena kesulitan mencari subjek, keterbatasan waktu, dan perbedaan parameter otot orang yang satu dengan orang lainnya, membuat dosen pembimbing mengarahkan Nando untuk penggantian judul dan rumusan masalah yang baru.  Termotivasi juga dari lingkungan dan antusias akan keingintahuan yang baru, Nando memutuskan mengambil topik skripsi tentang Elektromiografi. Ada tambahan pengalaman pribadi dan melihat video dari media tentang orang lumpuh yang dibantu dengan kaki robot, meyakinkan Nando mengambil judul skripsi “Pengukuran Kekuatan Kontraksi Otot Pada Bagian Torso Tubuh Menggunakan Sensor Elektromiografi”.

“Karya tulis yang saya tulis itu tentang sensor Elektromiografi. Sebenarnya banyak yang sudah menulis tentang ini tetapi mereka berfokus hanya pada tangan dan kaki. Maka dari itu saya menentukan topik penelitian saya untuk mendeteksi kekuatan otot tubuh manusia. Dengan tujuan agar orang tahu kekuatan otot mereka saat masih bugar ataupun ketika lesu”.

“Sensor elektromiografi adalah alat yang digunakan untuk merekam aktivitas elektris yang dihasilkan oleh otot saat melakukan kontraksi. Saat otot melakukan kontraksi, otot akan menghasilkan beda potensial yang dinamakan MUAP (Motor Unit Action Potential). MUAP tersebut lah yang diukur. Di penelitian ini saya memiliki tiga sample hasil dari pengukuran tiga subjek berbeda dengan beberapa titik otot yang ada pada bagian torso tubuh manusia,” jelas mahasiswa prodi teknik elektro tersebut.

Tidak berhenti hingga sampai disitu, keragu-raguan dengan hasil penelitian yang tidak sesuai, Nando stagnan pada masalah ini cukup lama dan sempat berpikir bahwa penelitian ini sudah tidak bisa dilanjutkan. “Dan solusi yang saya lakukan hingga bisa sampai titik ini  adalah melakukan pencarian literasi yang banyak tentang seluk beluk elektromiografi dan melakukan bimbingan dengan dosen secara intensif.”

Disela-sela kesibukan dengan jadwal perkuliahan, mahasiswa kelahiran kudus ini ternyata sempat diminta mengajar tentang Elektro di beberapa sekolah di Jawa Tengah, salah satunya  yang ada di Tegal.  Membawa tema tentang pembuatan robot tangan, selama 14 kali pertemuan Nando dan team memutuskan untuk menjelaskan tentang pembuatan robot tangan. ”kami semampunya  mengajari anak-anak tersebut untuk mengerti membuat robot tangan dari desain rangka, pembuatan rangka, pemrograman mikrokontrol, dari dan menguasai materi dasar robot tersebut. Selain di Tegal, saya juga sudah mengajar tentang pembuatan robot lengan berbasis mikrokontroler ke beberapa sekolah di semarang, demak , maupun tegal” Jelasnya detail.

Ditanya mengenai siapa orang-orang yang memotivasi bertahan sampai detik ini, Nando menjelaskan semua pihak yang ada disekitarnya memberikan motivasi dan bantuan dalam berbagai cara. “Keluarga adalah sumber motivasi utama saya. Beberapa teman dekat saya (tommy, yohanes, hans, kenny, dan handy) mereka selalu ada disaat pahit manis nya kehidupan kuliah saya. Dan juga rekan- rekan elektro yang telah memberikan semangat dan bantuan saat saya melaksanakan masa perkuliahan” jelasnya lagi.

“Tempat dimana saya menghabiskan masa remaja. Unika Soegijapranata telah menjadi tempat saya belajar, mencari teman, membangun pribadi saya dan juga berbagai pengalaman lainnya, terimakasih unika soegijapranata”. (celiz)

Kategori: ,