Kesan Ardhito tentang Kota Semarang dan Pesannya untuk Milenial
Senin, 2 September 2019 | 11:00 WIB

image

Usai manggung, Ardhito Pramono menyempatkan diri menemui wartawan yang sedari tadi menunggu. Ditanya soal Semarang, baginya kota ini sudah bukan tempat asing. Selain itu dia pun memberi pesan pada generasi muda.

Ardhito Pramono merupakan musikus muda yang belum lama ini moncer. Berparas tampan, dianugerahi suara merdu, lagunya pun bernuansa easy listening. Betul nggak, Millens?

Nama Ardhito Pramono semakin menanjak tatkala lagunya yang berjudul Bila dijadikan soundtrack film dari Ernest Prakasa yakni Susah Sinyal pada 2016 silam. Sementara untuk Fake Optics merupakan debutan lagu Ardhito pada 2018 bersamaan dengan lagu Bitterlove dan sudah ditonton 1 juta kali di Youtube.

Nah, pada Rabu (28/8) malam, Ardhito Pramono menjadi salah satu bintang tamu utama bersama dengan Dira Sugandi di acara “Soegijazz” yang dilaksanakan di kampus Unika Soegijapranata Semarang. Penampilannya malam itu sukses memukau penonton. Mereka larut saat tembang-tembang populernya dinyanyikan.

Pada saat konferensi pers, Ardhito Pramono membeberkan kalau nggak lama lagi dia akan mengeluarkan lagu terbarunya.

“Akan ada single di bulan Januari. Bersamaan dengan film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini. Lagu saya akan menjadi salah satu soundtrack di sana,” ujar Ardhito.

Kesibukan Ardhito Pramono sebagai penyanyi sekaligus penyiar radio membuatnya sedikit kewalahan.

“Susah banget  bagi waktu antara penyiar radio dan musik. Saya harus sering-sering koordinasi dan kompromi sama manajer saya,” ucapnya.

Nggak memiliki waktu lama di Semarang, namun Ardhito Pramono sudah memiliki kesan yang dalam terhadap Kota Atlas ini. Dia mengaku kalau sudah pernah bekerja di Semarang selama kurang lebih satu bulan. Jadi untuk saat ini Semarang bukanlah tempat yang asing.

“Semarang seru banget karena aku dulu juga sempet kerja di Semarang selama sebulan. Semarang adalah satu kota yang bikin saya betah. Bagi saya Semarang bukan bukan kota turis atau kota yang kamu tuju untuk berwisata. Tapi lebih pantas dijadikan rumah bagi semua orang. Kalau misal saya disuruh di Semarang ya oke-oke aja sih,” pungkas Ardhito.

Sejauh ini hingga sekarang menjadi musikus terkenal adalah hasil dari perjalanan panjang di masa mudanya. Lagu-lagu Ardhito pun konon juga berasal dari curahan hatinya. Di level yang sekerang ini, Ardhito memberi pesan kepada generasi muda agar jangan setengah-setengah ketika ingin mencapai sesuatu.

“Jalanin terus apa yang pengin kalian jalanin. Apa yang ingin kalian capai. Yang paling penting adalah konsisten. Kalau  jalani setengah-setengah nggak bakal bisa. Mulainya emang susah tapi seiring berjalannya waktu pasti akan membuahkan hasil,” tutup Ardhito yang penah menempuh pendidikan di Sydney, Australia.

Nah, dengarkan ya, Millens, kalau ingin mencapai sesuatu jangan setengah-setengah!

https://www.inibaru.id/inspirasi-indonesia/kesan-ardhito-tentang-kota-semarang-dan-pesannya-untuk-milenial#

Kategori: