Hobi Menjadi Side Jobs Sembari Menyelesaikan Tesis
Senin, 9 September 2019 | 10:28 WIB

Program Studi Magister Manajemen kembali menghasilkan wisudawan terbaik. Kali ini predikat itu dimiliki oleh Hana Novita Hasan, yang dalam kesehariannya akrab disapa Hana.

It’s never a failure, if you learn something from it”, adalah motto hidup dari gadis kelahiran 18 November  1993 di kota Semarang, yang  diambil dari quote seorang  Ashley Hetherington.  Menurutnya, kebanyakan dari kita lebih suka melihat hasil jadi daripada prosesnya. Banyak orang ingin sukses seperti A, seperti B, seperti C. Tetapi dibalik kesuksesan itu pasti sudah melalui begitu banyak kegagalan. “Saya lebih suka belajar dari kegagalan seseorang daripada success storynya, karena dari kegagalan itu kita bisa belajar banyak”, lanjutnya.

Hana juga adalah seorang yang mempunyai hobi yang unik. Hobi yang juga jadi side jobs bagi dirinya adalah makeup artist. Ada di instagramnya juga di @MakeupbyHnh. “Selain makeup aku juga segala hal berbau creativity, termasuk content creative”, tambahnya.

Putri dari Bapak Hasan Wahyu dan Ibu Dahlia Lukito Retno ini sembari mengerjakan tesis, ternyata  sudah mengisi waktunya dengan bekerja di Group Klinik kecantikan dan designer. “Saya bekerja di Klinik kecantikan di Semarang (Premiera Skincare, dulunya House of Dura Semarang) dan cabang Surabaya (House of Dura Surabaya), juga di Australian designer based di Semarang (Angela Chung) sebagai Social Media Manager & Digital Marketing”, ujarnya.

Hana ternyata dulu ketika S1 juga di Unika Soegijapranata Ia merupakan mahasiswi  manajemen pemasaran angkatan 2011. “Pada saat kuliah, saya fokus kuliah saja. Jarang untuk mengikuti  kegiatan di kampus karena memang dulu ambil manajemen unggulan, jadi jadwal dan tugas sudah lumayan padat”, ungkapnya ketika ditanya mengenai keaktifannya di kampus.

Untuk mencapai kesuksesan maka pasti ada hambatan yang harus dilewati. Hana pun mempunyai  hambatan lumayan banyak ketika  penyelesaian tesis. “Problem utamanya adalah di dalam pembagian waktu aja. Sangat sering beberapa hal terjadi secara bersamaan, misalnya ada problem di kantor, kemudian  problem pribadi, belum ditambah dengan thesis” ujarnya. Menurutnya yang perlu dilakukan adalah setting prioritas. “Setelah setting  prioritas, saya akan kerjakan dari yang paling urgent dan important. Selain itu, saya mempunya list apa saja yang harus saya kerjakan”, tambahnya.

Menurutnya cara membagi waktu yang tepat ketika memang dihadapkan dengan kesibukan adalah dengan memaksimalkan waktu kosong setelah kerja dimalam hari dan weekend untuk menyelesaikan tesis dan revisi. “Do the best that I can, karena standart ‘terbaik’ setiap orang pasti berbeda-beda. Maka  tidak usah membanding-bandingkan dengan orang lain. Everyone has their own pace and time”, jawabnya dengan tangkas.

“Setiap orang punya talentanya masing-masing, di bidang masing-masing. Perbedaan itu yang membuat kita mempunyai nilai jual lebih dibandingkan orang lain. Maka jangan ingin menjadi saya. Be the best version of you, instead!”, pesannya untuk adik tingkat yang ingin menjadi sepertinya. (AAT-AS)

Kategori: ,