Dapatkan Banyak Sekali Manfaat Selama Ikuti Organisasi Kampus
Senin, 9 September 2019 | 10:04 WIB

Sebagai seorang aktivis dalam organisasi mahasiswa yang disibukan pada berbagai kegiatan, bukan menjadi penghalang bagi mahasiswi Arsitek satu  ini, Claudia Helen Budiman, untuk tetap berprestasi. Alumnus SMA Kolose Loyola Semarang ini berhasil menorehkan prestasi sebagai Wisudawati Terbaik dari Program Studi Arsitektur, Fakultas Arsitektur dan Desain periode II tahun 2019 Unika Soegijapranata dengan IPK 3,66.

Mendapatkan prestasi sebagai Wisudawati Terbaik tentunya merupakan hal yang tidak pernah Ia sangka sebelumnya. “Ketika dihubungi oleh tim KRONIK, reaksi pertama saya bengong dan tidak menyangka bahwa saya bisa menjadi salah satu lulusan terbaik di Prodi Arsitektur,” jelasnya.

Helen, begitulah sapaannya, merupakan anak pertama dari dua bersaudara putri dari pasangan  Bapak Hobiyanto Budiman dan Ibu Yolanda Novia.

Tugas akhirnya yang berjudul “Perencanaan Wellness Retreat dengan Pendekatan Restorative Environment Design di Karimunjawa” berangkat dari keprihatinannya terhadap ketimpangan antara kondisi kesehatan mental masyarakat Indonesia dengan tersedianya fasilitas kesehatan dan tenaga professional yang menangani bidang tersebut, dengan angka ketimpangan yang mencapai angka 90%. Sehingga melalui bidangnya, Helen mengatakan, “Harapan saya dengan adanya fasilitas Wellness Retreat ini, dapat dilakukan tindakan pencegahan untuk menurunkan angka permasalahan kesehatan mental yang ada, terutama bagi orang-orang yang masih memiliki gangguan kesehatan mental ringan dapat segera diatasi dan tidak kian memburuk”.

Aspek yang menjadi fokus kajian Helen adalah perencanaan suasana ruang yang kondusif bagi proses pemulihan kesehatan mental dengan pendekatan Restorative Environment Design. Pendekatan ini dilakukan dengan memanfaatkan afiliasi antara manusia dengan alam sehingga dapat memperbaiki kesehatan mental dari manusia. Pemilihan lokasi pembangunan di Karimunjawa karena merupakan lokasi yang berada di pusat jajaran pulau-pulau yang ada di Indonesia, sekaligus pulau yang keindahan alamnya masih asli dan sangat underrated.

Dalam pembuatan tugas akhir tentunya tidaklah mulus, ada hambatan yang harus dijalani. Salah satu hambatan yang dialami Helen adalah fungsi bangunan yang dirancangnya masih tidak lazim di Indonesia, sehingga harus menggunakan literatur-literatur dari luar negeri yang cukup sulit untuk didapatkan.

Selain studi, mahasiswi kelahiran Semarang ini juga memiliki banyak hobi yakni membaca, fotografi, dan bermain game. Tentunya dalam mengisi waktunya, Ia tidak hanya mengisi dengan hobinya saja namun Helen juga aktif dalam kegiatan berorganisasi yaitu Senat Mahasiswa FAD selama 3 periode berturut-turut, walaupun di tempatkan di Komisi yang berbeda.

Sebagai seorang mahasiswi Arsitektur yang tentunya memiliki bobot tugas yang berat, membagi waktu antara kuliah, tugas, dan organisasi merupakan hal yang sangat penting. “Mengikuti organisasi di kampus, dimana pulang kuliah masih harus mengikuti berbagai rapat Senat, BEM, maupun HMJ hingga pukul 22.00, belum lagi masih harus menyelesaikan tugas bahkan harus mencari tempat print pagi dini hari, hingga drama harus ganti desain di H-1 pengumpulan tugas, bahkan kehabisan uang jajan untuk beli bahan-bahan maket,” terang Helen.

“Mungkin memang terasa berat kala itu, namun pilihan tersebut tidak pernah saya sesali, karena saya mendapatkan banyak sekali pelajaran, pengalaman, dan teman selama 3 periode saya menjabat. Mulai dari bagaimana bekerja dalam sebuah tim, bagaimana memecahkan berbagai masalah, dan juga cara berkomunikasi dengan orang lain,” imbuhnya.

“Bersiap-siap untuk kemungkinan terburuk, berdoa untuk kemungkinan terbaik,” merupakan motto yang selama ini Ia pegang dan hidupi hingga Ia dapat menyelesaikan masa studinya dengan yang terbaik. (Tata)

Kategori: ,