Ciptakan Artificial Intelligence untuk Usaha Bandeng
Selasa, 10 September 2019 | 12:22 WIB

Sebuah kecerdasan buatan yang dibuat untuk membantu efisiensi kerja perusahaan pengolahan Bandeng merupakan hasil karya wisudawan terbaik program studi Teknik Informatika Fakultas Ilmu Komputer Unika Soegijapranata.

 Manuel Reno Widjaja telah menyelesaikan skripsinya yang berjudul “The Provision Prediction at Bandeng Prestige Company Using Naïve Bayes Algorithm,” dan berhasil menyelesaikan studinya dengan predikat wisudawan terbaik dengan IPK 3,62.

Putra dari bapak Martinus Didi Widjaja ini memaparkan alasannya membuat skripsi mengenai efisiensi dalam menjalankan usaha pengolahan bandeng dengan kecerdasan buatan tersebut.

“Bandeng Prestige ini merupakan kepunyaan ibu saya. Dan ketika itu sempat berhenti beroperasi selama setahun. Nah, karena itu merupakan usaha keluarga maka saya ingin membantu mengembangkan lagi,” Jelas Manuel yang merupakan alumnus SMA Krista Mitra Semarang.

Manuel juga memaparkan fungsi dari kecerdasan buatan yang ia buat untuk mengefisienkan kerja perusahaan Bandeng Prestige ini. Dengan menggunakan kecerdasan buatan yang ia ciptakan ini, perusahaan akan terbantu untuk memutuskan produk olahan bandeng mana yang memberikan keuntungan bagi perusahaan pada hari tertentu.

“Jadi, ini adalah program untuk memprediksi penyediaan dengan kasus di Bandeng Prestige. Nah, bandeng kan banyak olahannya, ada pepes, otak-otak, dll. Program ini akan membantu perusahaan untuk memutuskan dalam menyediakan mana yang paling menguntungkan pada hari tertentu,” pungkas Manuel.

“ Sempat ada hambatan saat ganti dosen pembimbing dan saya dipindahkan ke dosen lainnya. Lalu saya juga sibuk dengan kegiatan gereja, kegiatan ormawa dan kerja part-time,” ujar mantan anggota BEMF (Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas) tahun 2016/2017 ini.

Selain itu, ia juga menjelaskan salah satu hal yang paling berkesan selama kuliah adalah tidak pernah belajar ketika akan ujian. Mantan anggota SMF (Senat Mahasiswa Fakultas) divisi Evapro 2017/2018 ini selalu mengandalakan pengajaran dosen ketika di kelas dan berlatih di rumah.

“Saya kalau akan test tidak pernah belajar. Saya mengandalkan pengajaran di kelas dan mencoba berlatih sendiri di rumah. Biasanya jika besok akan UTS maupun UAS malamnya tidak belajar sama sekali,” jelas Manuel.

Terakhir, ia mengatakan bahwa predikat wisudawan terbaik ini membuatnya terkejut karena ia bukan lah mahasiswa yang pintar. Ia hanya mengandalkan rasa ingin tahunya dan ketekuanannya dalam berlatih untuk mengerjakan soal-soal ujian. Namun semua itu tak terlepas dari prinsip hidupnya yaitu jangan berhenti karena ada halangan tetapi carilah jalan lain hingga sampai tujuan. Selain itu, teman-teman dan keluarga adalah motivator terbaik bagi manuel dalam menggapai tujuannya. (YBH)

Kategori: ,