Unika Bedah Penelitian Aplikasi Android
Jumat, 30 Agustus 2019 | 11:22 WIB

image

Sebanyak 13 penelitian aplikasi android dan game dipaparkan mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer (Fikom) Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang dalam seminar produk hasil skripsi di ruang pertemuan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unika, Gedung Mikael, kampus Unika, baru-baru ini. Mereka membedah hasil penelitian di hadapan dosen, sebelum menyerahkan aplikasi untuk dimanfaatkan masyarakat.

Salah satunya, Propilar, aplikasi yang menghubungkan rumah sakit dengan Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) terkait penggunaan obat antiretroviral (ARV). Aplikasi ini buatan Naftalita Calista Putri, mahahasiswi Program Studi (Prodi) Sistem Informasi, Fikom.

Menurut Naftalita, HIV/AIDS bisa sembuh dengan terapi ARV. "Saya buat aplikasi ini supaya para ODHA, tak lepas terapi ARV. ODHA harus minum obat tiap hari dan tepat waktu, aplikasi Propilar ini membantu mengingatkan rumah sakit dan ODHA," kata dia.

Penelitian dilakukan sejak semester VI, ketika itu ia bertemu pegawai Dinas Kesehatan Kota Semarang dan Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Game Pembelajaran
Aplikasi lain yang dibuat mahasiswa seperti pencarian koskosan dan mencari dokter terdekat. Ada pula tes intelegensi kolektif Indonesia, tes psikologi, serta analisis kepribadian.

Selain itu, terdapat game pembelajaran tarian lokal Semarang pakai alat Kinect serta permainan edukasi pembelajaran sistem pencernaan manusia.

Mahasiswa juga ada yang buat game virtual edukasi kawasan Kota Lama.

Dekan Fikom Unika Soegijapranata Semarang, Erdhi Widyarto ST MT menegaskan, seminar produk hasil skripsi selalu diadakan tiap semester untuk dibagikan kepada masyarakat. Seperti Propilar, aplikasi akan diserahkan ke Dinas Kesehatan Kota Semarang. Pembuat aplikasi dan game teknologi ini akan diwisuda pada 7 September.

Di sisi lain, Koordinator seminar, Albertus Dwiyoga mengatakan, mahasiswa kerja sama berbagai pihak untuk menggali masalah riil yang dapat diselesaikan dengan sistem informasi maupun game teknologi. Tiap mahasiswa dipacu untuk menghasilkan aplikasi yang berguna bagi masyarakat.

►Suara Merdeka 30 Agustus 2019 hal. 17

Kategori: