Revitalisasi Pasar Johar Hampir Rampung
Jumat, 9 Agustus 2019 | 13:36 WIB

image

Pembangunan Pasar Johar Semarang dan revitaliasi Kota Lama sudah hampir selesai. Bahkan, khusus untuk pasar tradisional terbesar di Jateng tersebut, progresnya sudah mencapai 94 persen dan tinggal menyisakan proses finishing.

Hal tersebut disampaikan Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Danis Sumadilaga di sela Dies Natalis ke-37 Unika Soegijapranata Semarang di kampus tersebut, Senin (5/8).

“Hari ini (Senin-red), saya cek langsung, sudah tengok. Progresnya sudah kurang lebih 94 persen. Pengerjaan tinggal menyisakan pemasangan instalasi listrik, serta pembuatan saluran pembuangan
air.

Meski nyaris semua pembangunan selesai dan menyisakan pembangunan minor, Danis menuturkan pembangunan tak boleh dilakukan terburu-buru. Ia mencontohkan dalam pemasangan instalasi listrik di Pasar Johar, harus mengutamakan keselamatan.

“Pemasangan instalasi listrik ini harus cermat, karena pasar ini dulu terbakar karena hubungan pendek arus. Jadi memang harus dilakukan dengan seksama dan berkualitas. Untuk Pasar Johar kontrak
kita sampai akhir tahun, artinya untuk pengerjaan mayor sudah hampir selesai semua. Ditargetkan akhir tahun ini sudah selesai semuanya,”tandasnya.

Revitalisasi yang dilakukan Kementerian PUPR tetap mengedepankan prinsipprinsip pelestarian bangunan gedung cagar budaya. Diharapkan dengan selesainya revitalisasi, para pedagang dapat
kembali berjualan dengan kondisi yang lebih nyaman.

Ruang lingkup pekerjaan yang dilakukan Kementerian PUPR berada di bagian tengah dan utara pasar dengan nilai kontrak konstruksi sebesar Rp 146,09 miliar dengan kontraktor PT Nindya Karya.

Pekerjaan yang dilakukan diantaranya adalah rehabilitasi bangunan, pekerjaan rangka atap lengkung, mekanikal elektrikal, pemasangan paving, pemasangan tegel los penjual daging, pengecatan rangka meja lapak, dan pembuatan bak kontrol drainase. Sementara revitalisasi bangunan depan pasar dilakukan oleh Pemerintah Kota Semarang.

Pasar Johar nantinya juga dapat menjadi objek wisata Kota Semarang, terlebih lokasinya berdekatan dengan Kawasan Kota Lama, yang saat ini juga tengah ditata oleh Kementerian PUPR.

“Untuk kawasan Kota Lama, pengerjaan menyisakan pengaturan untuk antisipasi banjir di kawasan tersebut, berupa pemasangan pompa. Saat ini pompa yang direncanakan bisa mengantisipasi banjir di Kota Lama sedang dalam proses lelang,” tandasnya.

Sementara, dalam Dies Natalis ke-37 Unika Soegijapranata, ia menitikberatkan bahwa dalam pembangunan, jangan sampai merusak alam. Ia mengapresiasi Unika yang mengajarkan pembangunan
yang tidak merusak alam kepada para mahasiswanya. “Hal itu, sejak awal jadi fokus kementerian PUPR memperhatikan aspek ekologis, untuk pembangunan jangka panjang 2005-2025. Kita selalu melihat
perencanaan berlandaskan infrastruktur hijau,” ungkapnya.

Rektor Unika Soegijapranata Prof Ridwan Sanjaya mengungkapkan Dies Natalis ke-37 Unika Soegijapranata, mengambil tema keadilan ekologis dalam percepatan pembangunan infrastruktur.

“Artinya dalam pembangunan, tak boleh kita merusak alam secara semena-mena. Harus memperhatikan aspek keadilan ekologis sejak tahapan awal, perencanaan, pelaksanaan dan pemeliharaan,” tandasnya.

 

►Wawasan 6 Agustus 2019 halaman 9

Kategori: