OPINI – Merdeka di Era Berdinamika
Rabu, 28 Agustus 2019 | 14:33 WIB

TRB 28_08_2019 Merdeka di Era Berdinamika

Oleh Ch Tri Hardjanti N

Tujuh belas Agustus tahun empat lima itulah hari kemerdekaan kita

Hari Merdeka, Nusa dan Bangsa

Hari lahirnya bangsa Indonesia

Merdeka…..

sekali Merdeka, tetap Merdeka

selama hayat masih dikandung badan

kita tetap setia, tetap sedia

mempertahankan Indonesia

kita tetap setia tetap sedia

membela negara kita..

Lagu Hari Merdeka karangan H Mutahar selalu dikumandangkan dengan penuh semangat setiap tanggal 17 Agustus memperingati hari kemerdekaan Indonesia.

Merdeka!!!! …….Kata itu sering diucapkan dengan penuh semangat, menunjukkan bahwa pada dasarnya setiap manusia membutuhkan ke-merdeka-an. Dan kata itu juga sering diteriakkan saat peringatan hari kemerdekaan Indonesia, yang menunjukkan bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa termasuk Indonesia. Bagaimana perjuangan memperoleh kemerdekaan Indonesia? Bagaimana pula perjuangan mempertahankan dan membela kemerdekaan Indonesia?

Sedikit melihat kembali bagaimana sejarah perjuangan bangsa Indonesia memperoleh kemerdekaannya Perjuangan kemerdekaan di tahun 1945 dan sebelumnya adalah bagaimana bangsa Indonesia membebaskan diri dari penjajahan Belanda, Jepang, Inggris dan Portugis, berperang menggunakan senjata, mempertaruhkan nyawa dan akhirnya dinyatakan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945.

Pertanyaannya adalah apakah perjuangan Bangsa Indonesia untuk merdeka sudah berakhir?Apa lagi yang harus diperjuangkan saat ini terutama di era yang sebagian besar sudah menggunakan kemajuan teknologi (digital)?

Cukupkah jika hanya mengucap syukur karena tidak harus mempertaruhkan nyawa untuk merebut kemerdekaan, atau cukupkah dengan bersyukur karena hidup di negara yang merdeka?

Atau, cukupkah jika hanya berterima kasih dan selalu mendoakan para pahlawan, itupun hanya di doakan saat upacara bendera, atau hanya saat peringatan hari kemerdekaan dan hari Pahlawan.

Jika pemahaman itu yang terjadi, maka perjuangan para pahlawan dan pengorbanan keluarga para pahlawan yang kehilangan anggota keluarganya untuk berjuang menjadi sia-sia.

Kemerdekaan adalah sesuatu yang universal dan hakiki maka perjuangan untuk memperoleh kemerdekaan harus dihargai dengan perjuangan untuk mempertahankan kemerdekaan, supaya kemerdekaan itu tetap dimiliki dan dihidupi.

Di era digital, kemerdekaan memiliki makna yang lebih dalam dan lebih berdampak, karena kemerdekaan di era digital bukan sekedar merdeka atau bebas menggunakan segala bentuk pemanfaatan teknologi digital untuk segala yang diinginkan dengan mengabaikan dampaknya terhadap manusia lain.

Banyak contoh di mana penggunaaan teknologi justru digunakan untuk menjajah manusia lain melalui media sosial memberikan ujaran negatif, caci maki, fitnah dan hal hal lain untuk menjatuhkan orang lain. Hal itu bukanlah kemerdekaan yang memerdekakan. Kemerdekaan seharusnya dapat menjadi kesempatan untuk memerdekakan manusia, makhluk hidup lainnya dan alam ciptaanNya.

Generasi Milenial seharusnya menjadi pelopor dan inspirator untuk memulai perubahan Indonesia yang lebih baik, menggunakan media sosial untuk memberikan inpirasi bagaimana memandang perubahan bukan menjadi sebuah ancaman melainkan tantangan yang dapat memacu setiap orang menjadi lebih baik.

Melalui kemudahan dalam memperoleh berbagai macam informasi, bukan waktunya lagi bagi generasi digital untuk saling menjatuhkan sesama anak bangsa melalui hujatan, fitnah dan lainnya. Indonesia harus menjadi negara yang lebih berkualitas, jangan gunakan cara yang digunakan penjajah yaitu memecah belah bangsa Indonesia.

Tinggalkan hujatan, mengeluh, dan menyalahkan, tidak ada manfaatnya, membuat sakit hati, kehilangan banyak energi dan dalam jangka panjang kehilangan harga diri. Jangan mudah dibodohi dengan alasan perbedaan untuk disamakan, karena sejak penciptaan, manusia dianugerahi keberagaman untuk saling melengkapi.

Generasi Milenial adalah generasi yang cerdas, kreatif, inovatif dan adaptif dalam menyikapi segala sesuatu, dan berorientasi jangka panjang. Jangan tunggu negara lain maju baru Indonesia meniru, buat Indonesia menjadi pelopor dan lainnya menjadi mengekor.

Sharingkan ide kreatif melalui youtube, instagram atau media sosial lainnya bagaimana mendorong generasi memiliki perilaku bersih sampah tanpa perintah, canggih teknologi dan tetap punya empati, berpikir komersial tanpa membuat sial, hilangkan menunggu padahal itu tabu, sehingga terlambat menjadi yang terhormat dan tertib menjadi yang primitif dan banyak pemikiran lainnya yang kreatif namun tetap arif.

Indonesia  membutuhkan peran serta generasi yang penuh aksi bukan sekedar basa basi, berambisi namun tetap berpribadi, merdeka dalam berdinamika, namun tetap memperhatikan etika. Ayo generasi milenial segeralah beraksi, jangan malah pucat pasi lihat negara lain berkompetisi.

Berjuanglah untuk membuat Indonesia tetap merdeka, berdaulat, adil dan makmur sehingga pengorbanan para pahlawan memperjuangkan kemerdekaan tidak sia-sia. Merdeka adalah hakiki maka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah harga mati. Merdeka !!

Ch Tri Hardjanti N, Dosen Manajemen FEB Unika Soegijapranata

► Tribun Jateng 28 Agustus 2019 hal. 2, https://jateng.tribunnews.com/2019/08/28/opini-ch-tri-hardjanti-n-merdeka-di-era-berdinamika?page=all.

Kategori: , ,