Keterlibatan Sinergis
Senin, 5 Agustus 2019 | 9:01 WIB

SM 05_08_2019 Keterlibatan Sinergis

Oleh: Prof Dr F Ridwan Sanjaya MS IEC

MESKIPUN dilahirkan 37 tahun lalu, Unika Soegijapranata pernah mengalami transformasi dari Unika Atmajaya Cabang Semarang pada 1964 menjadi Institut Teknologi Katolik Semarang (ITKS) pada 1973, dan akhirnya menjadi kampus dengan nama saat ini pada 1982. Penggunaan nama Soegijapranata diambil dari nama tokoh dan pahlawan nasional yang menjadi Uskup Agung Semarang dan dimakamkan di Semarang.

Melalui sosok Mgr Albertus Soegijapranata SJ yang menjadi patron pelindung universitas, civitas academica Unika Soegijapranata mendapatkan kesempatan untuk belajar nilai-nilai kebangsaan, kemanusiaan, integritas, pluralisme, dan multikultural. Nilai-nilai tersebut kini menjadi ciri khas yang kuat dalam kehidupan, proses pembelajaran, dan pergaulan di Unika Soegijapranata.

Motto Talenta pro patria et humanitate yang dimiliki oleh kampus yang bersumber pada pesan Mgr Soegijapranata yang berbunyi bakat pemberian Allah jangan hanya kau sembunyikan, persembahkan seluruhnya kepada nusa, bangsa, dan negara menjadi spirit universitas dalam menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi ataupun berbagai aktivitas di dalam masyarakat.

Dalam rangkaian internalisasi nilai-nilai Mgr Soegijapranata, Unika menetapkan tema karya Keterlibatan Sinergis pada satu tahun menjelang usianya yang ke-37. Keterlibatan sinergis ini mempunyai makna setiap orang terlibat / secara aktif dan menjadi bagian yang penting dalam setiap langkah bersama, bukan hanya ikut-ikutan atau sekadar mengikuti langkah yang lain. Kesadaran untuk terlibat secara sinergis diharapkan menghasilkan dampak yang lebih besar di masyarakat.

Di dalam komunitas perguruan tinggi, keterlibatan Unika Soegijapranata sebagai penggerak pengembangan pembelajaran digital dan perpustakaan 4.0 bersama perguruan tinggi di lingkungan APTIK se-Indonesia telah menjadi kesempatan untuk bergerak bersama agar dapat menguatkan proses adaptasi perguruan tinggi pada era disrupsi. Begitu halnya dengan kepercayaan dari Kemenristekdikti selama tiga tahun berturut-turut sebagai Perguruan Tinggi Asuh bagi kampus lain di Indonesia yang juga dapat dimaknai sebagai kesempatan dalam melangkah bersama untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi di negeri ini.

Kerja sama pengembangan teknologi informasi dengan Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Semarang dan World Health Organization (WHO) dengan Unika Soegijapranata dalam program Eliminiasi TB dan HIV/AIDS juga merupakan kesempatan yang baik untuk terlibat secara sinergis dengan pemerintah, sehingga diharapkan menghasilkan dampak positif bagi masyarakat dan negara.

Selain itu, program Kuliah Kerja Sinergis (KKS) yang digagas bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kota Semarang menjadi langkah bersama dengan pemerintah yang nyata dalam menggerakkan masyarakat untuk memperbaiki dan menjaga lingkungannya, termasuk pendidikan anak-anak.

Prodi Baru
Kepercayaan pemerintah pada awal 2019 dalam pendirian Program Studi Kedokteran dan Profesi Dokter di Unika menjadi kekuatan kampus ini untuk memulai terlibat secara sinergis dalam membangun dunia kesehatan Indonesia yang humanis dan memiliki integritas yang tinggi.

Kepercayaan ini juga dimaknai sebagai dorongan untuk terlibat secara aktif menjadi kontributor dan penggerak pengembangan kesehatan masyarakat di wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) di Indonesia.

Dari sisi mahasiswa, program pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat di wilayah-wilayah tertentu di Jawa Tengah sampai Kepulauan Mentawai dapat menjadi bekal bagi mahasiswa untuk belajar memberikan talentanya kepada masyarakat luas melalui sinergi dengan berbagai pihak. Dengan begitu, mahasiswa kelak dapat menjadi lulusan yang etis, kreatif, kritis, peduli, visioner, dan tangguh sehingga memiliki pribadi yang ugahari dan rendah hati agar dapat terlibat secara aktif dan berdampak di masyarakat.

Tentu masih banyak ruang untuk terus berbuat lebih baik lagi dalam rangka keterlibatan sinergis. Keikutsertaan yang sungguh-sungguh dalam membangun individu, komunitas, dan masyarakat seperti yang diajarkan oleh Mgr Soegijapranata menjadi rujukan dalam melangkah dan menjalankan kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Saya pribadi meyakini, setiap usaha yang dilandasi dengan ketulusan dan semangat akan selalu menghasilkan dampak yang positif pada orang-orang dan lingkungan di sekitar kita.

Prof Dr F Ridwan Sanjaya MS IEC, Rektor Unika Soegijapranata.

â–ºSuara Merdeka 5 Agustus 2019 ha. 6

Kategori: ,