Kenalkan Budaya Toleransi Keberagaman Unika dalam Religion time
Sabtu, 17 Agustus 2019 | 11:13 WIB

Ustadz Tedi Kholiludin saat memberikan kotbahnya di hadapan para mahasiswa baru Unika yang beragama Islam

Hari Jumat (16/7) dalam rangkaian kegiatan Pembekalan Terpadu Mahasiswa Baru (PTMB) 2019, seluruh mahasiswa baru dari kesepuluh fakultas di Unika Soegijapranata mengikuti sesi religion time yang dilaksanakan di beberapa tempat di kampus Unika.

Mahasiswa yang beragama Katolik mengikuti misa di kapel Unika bersama Romo Alyosius Budi Purnomo Pr yang juga menjadi kepala Campus Ministry Unika. Sedangkan mahasiswa Kristen menjalankan ibadah bersama Pendeta Sediyoko di Auditorium Gedung Albertus, mahasiswa yang beragama Islam menjalankan sholat Jumat di gedung sporthall dipimpin oleh Ustadz Tedi Kholiludin. Serta mahasiswa beragama Hindu, Budha, dan Konghucu bertempat di Gedung Thomas Aquinas bersama tokoh agama masing-masing.

Religion time telah dilaksanakan tiap tahunnya dalam kegiatan PTMB Unika. “Narasumber yang terlibat dalam religion time tahun ini komplit. Ada yang dari Islam, Kristen, Hindu, Budha, Konghucu, dan Katolik. Para narasumber juga penuh semangat dan sangat mengapresiasi langkah Unika dalam mendampingi mahasiswa baru sesuai agama masing-masing,” kata Romo Budi.

“Bersama dengan tokoh-tokoh lintas agama, kita mau mendalami tema karya Unika yaitu integritas ekologis dalam perspektif agama masing-masing. Sesuai dengan pesan Mgr. Albertus Soegijapranata ‘100% religius 100% Indonesia’. Jangan lupa bahwa kita adalah warga Negara Kesatuan Republik Indonesia sesuai agama kita masing-masing,” lanjut Romo Budi.

Pendeta Sediyoko juga mengapresiasi bagaimana keberagaman yang ada di Unika sungguh nyata dan tercipta. “Secara khusus saya tekankan pada mahasiswa Kristen di Unika Soegijapranata supaya menjadi garam dan terang dunia di manapun mereka berada, bahkan hingga lulus,” ungkapnya.

Ustadz Tedi Kholiludin juga menyatakan pendapatnya perihal pelaksanaan religion time bagi umat Islam yang diisi dengan sholat Jumat. “Kebetulan waktu religion time yang diadakan bertepatan dengan waktu sholat Jumat yang wajib dilakukan oleh umat Islam laki-laki. Maka dalam sesi religion time ini diisi dengan sholat Jumat dan dilanjutkan dengan kotbah yang bisa diikuti oleh seluruh umat Islam. Hal penting lainnya yang patut diapresiasi adalah bagaimana di Unika ini keberagaman bukan hanya sekedar menjadi identitas yang ditutupi, melainkan dikenalkan pada mahasiswa Unika. Sehingga tiap individu tidak hanya sebatas mengenal individu lain, tetapi juga mengenal bagaimana latar belakang agama dari tiap individu melalui pengalaman sehari-hari.”

Js Andi Gunawan, ST yang merupakan tokoh agama Konghucu dan juga merupakan alumni Unika Soegijapranata menyampaikan bahwa religion time merupakan kesempatan yang penting bagi mahasiswa baru untuk mengenal komunitas agamanya. “Dan yang penting untuk selalu ditekankan adalah menyadari bahwa kita adalah 100% religius dan 100% Indonesia sesuai agama kita masing-masing,” pungkasnya. (B.Agth)

Kategori: ,