Kemenristekdikti Ditarget Bangun 200 Politeknik Baru
Jumat, 9 Agustus 2019 | 14:18 WIB

imagePemerintah fokus mengembangkan pendidikan vokasional dalam menghadapi era revolusi industri 4.0. Untuk memperkuat sektor tersebut, dana besar siap digelontorkan, khususnya buat pembangunan politeknik baru.

Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) ditargetkan dapat membangun sekitar 200 politeknik dalam kurun waktu lima tahun mendatang. Sebab, jumlah politeknik hanya 269 dari total 4.700 lembaga pendidikan tinggi di negeri ini.

Direktur Penjamin Mutu, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kemenristekdikti, Prof Dr Aris Junaedi mengatakan, jumlah politeknik masih jauh dari proporsional.

"Ada kebijakan memperkuat pendidikan vokasional, sehingga anggaran lima tahun depan fokus ke pendidikan vokasi. Awalnya, kami ditarget mendirikan 500 politeknik baru, tapi tidak mungkin dalam waktu dekat karena butuh sarana prasarana besar,
sehingga turun jadi 200 politeknik," jelas Aris disela-sela seminar pendidikan tinggi di gedung teater Thomas Aquinas, kampus Unika Soegijapranata Semarang, Kamis (8/8).

Menurut dia, Kemenristekdikti melakukan penguatan pendidikan vokasi melalui program MEME atau multi entry multi exit. Dalam konsepnya, semua politeknik D4 dan mahasiswanya boleh keluar masuk.

"Misalnya, mahasiswa yang menjalani program D-4 boleh keluar pada tahun ketiga, kalau ingin berkarya di industri. Ketika yang bersangkutan ingin menginkatkan kompetensinya, maka boleh melanjutkan dan menyelesaikan kuliahnya," ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Aris juga mengungkap soal disparitas tinggi dari kualitas pendidikan. Dari total 4.700 perguruan tinggi, baru 95 universitas yang terakreditasi A. Kemenristekdikti juga berharap, tiap tahun ada dua atau tiga universitas di Indonesia yang masuk rangking 500 besar dunia. Saat ini ada UGM, UI, dan ITB.

Di sisi lain, Rektor Unika Soegijapranata Semarang Prof Dr Ridwan Sanjaya mengatakan, perkembangan teknologi tak dapat ditolak atau dihindari. "Unika terus berjalan diatasnya dan melakukan penyempurnaan, lewat pendekatan kebijakan, perubahan konsep, dan penyesuaian teknologi informasi," tandasnya.

â–ºSuara Merdeka 9 Agustus 2019 halaman 19

Kategori: