PSW Unika Hadirkan Sutradara Amerika Dalam Forum Diskusinya
Selasa, 9 Juli 2019 | 12:27 WIB

Sutradara Film FIRSTS Spencer Bakalar saat memaparkan materinya sebelum pemutaran film

Pusat Studi Wanita (PSW) Unika Soegijapranata bekerjasama dengan American Film Showcase dan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Indonesia mengadakan acara pemutaran dan pembahasan film “FIRSTS” bersama dengan narasumber Spencer Bakalar yang menjadi sutradara dalam film FIRSTS sekaligus Video editor TIME Magazine, pada Senin (8/7)  di Ruang Seminar LPPM, Gedung Mikael Unika Soegijapranata.

Acara yang diselenggarakan siang hari itu dihadiri oleh Ketua PSW Unika Soegijapranata Dr Rustina Untari, narasumber sekaligus sutradara film FIRSTS   Spencer Bakalar didampingi oleh Jed Dornburgh sebagai Atase Kebudayaan Amerika Serikat di Indonesia dan Pirina Vindiartha sebagai Cultural Affair Specialist.

Dalam penjelasannya, Spencer Bakalar mengungkapkan latar belakang pembuatan film tersebut yang mengangkat kisah para perempuan yang berhasil meraih prestasi di berbagai bidang profesi di Amerika Serikat.

Pembuatan film dokumenter merupakan proyek besar dari TIME Magazine yang memakan waktu peliputan 1 tahun  (2016-2017) dan terdiri dari 50 episode (series).

Pada awalnya, hanya terpilih 50 perempuan narasumber di seri tersebut yang bergerak di berbagai bidang. Di samping itu, film ini juga menampilkan narasumber dari berbagai macam ras di Amerika Serikat, antara lain seperti : Negro, Latin, dan Asian American.

“Film ini memuat para perempuan yang tinggal di Amerika dan yang pertama (pioneer) di bidang  masing-masing misalnya wanita pertama yang berjalan di bulan dan berbagai kategori lainnya, namun para tokoh yang dimuat memiliki kriteria sebagai yang pertama kali mencetak prestasi. Film ini bertujuan untuk membuktikan bahwa perempuan juga dapat mencapai sukses di level tertinggi” jelas Spencer.

Menurut Dr Rustina Untari selaku ketua PSW Unika, pesan yang disampaikan dalam film ini juga sejalan dengan misi Pusat Studi Wanita yang ingin memajukan perempuan di Indonesia dan dalam film ini juga ditampilkan contoh-contoh perjuangan perempuan di belahan dunia lain.

Selain dibuat untuk  TIME Magazine, film tersebut juga dibuat di bawah naungan Kedutaan Besar Amerika Serikat dalam program American Film Showcase dan program ini telah diadakan delapan kali oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat.

American Film Showcase adalah program yang bertujuan membagikan pengalaman dan keahlian warga Amerika Serikat dalam pembuatan film, dimana amerika sendiri merupakan negara besar yang telah memproduksi banyak film. Program ini juga bertujuan mengangkat sineas Amerika untuk membagikan pengalamannya dan keahliannya dalam bentuk storytelling ke seluruh dunia” ujar Jed Dornburgh.(Calvin)

Kategori: ,