Program Studi Rekayasa Infrastruktur dan Lingkungan Unika Soegijapranata Mendapat Dukungan Walikota Semarang
Jumat, 19 Juli 2019 | 8:26 WIB

image

Usai mendapatkan izin pembukaan prodi baru Rekayasa Infrastruktur dan Lingkungan jenjang program S1 oleh Kemenristekdikti,  Unika Soegijapranata  melakukan launching prodi tersebut dengan dihadiri Walikota Semarang. Hendrar Prihadi, SE,MM, Kepala Bagian Kelembagaan dan Sistem Informasi LLDIKTI Wilayah VI, Ngadiyanto, ST. M.Kom, Perwakilan dari UNDIP,  Kepala Sekolah SMK/SMU di Semarang, serta sivitas akademika Unika Soegijapranata, Rabu (17/7).

Kehadiran Walikota Semarang dalam acara tersebut  sebagai keynote speaker, sekaligus melakukan pemukulan gong sebagai simbol diluncurkannya prodi  Rekayasa Infrastruktur dan  Lingkungan Unika Soegijapranata.

“Kami sangat mendukung kehadiran prodi baru Rekayasa Infrastruktur dan Lingkungan yang diselenggarakan oleh Unika Soegijapranata. Ke depan ketika prodi ini menghasilkan lulusan, sangat diharapkan kontribusinya terhadap kota Semarang yang saat ini sedang berbenah diri, begitu pula untuk kepentingan nasional dan internasional.” papar Hendrar Prihadi

Lebih lanjut Ia mengatakan, Unika Soegijapranata memiliki ide yang cerdas menyikapi perkembangan situasi perkotaan kekinian. Dengan jumlah penduduk yang semakin banyak, tentu mereka butuh tempat tinggal, alat transportasi. Dengan prodi ini, maka akan muncul generasi-generasi sarjana Teknik yang mampu melihat bagaimana menjadikan kota dengan berbagai rekayasa menjadikan lingkungan yang nyaman, tanpa harus merusak ekosistem yang lain.

“Ini merupakan terobosan yang luar biasa. Untuk itu saya sampaikan ucapan selamat, sukses dan mudah-mudahan prodi baru tersebut diberikan kelancaran dan diminati masyarakat luas, sehingga mahasiswannya banyak.” harapnya

Rektor Unika Soegijapranata Prof. Dr. Ridwan Sandjaya dalam materinya mengatakan, lingkungan merupakan salah satu yang urgen untuk saat ini, sehingga kita perlu merawatnya. Sedangkan terkait dengan Society 5.0, bermakna pada kehidupan yang berkelanjutan. Jadi, tujuan Society 5.0 sebagaimana dikonsep oleh pemerintah Jepang untuk menjadikan masyarakat dunia semakin sejahtera dan nyaman berada di bumi ini. “Layanan publik nantinya akan terakses dengan baik. Ini semua dilakukan agar masyarakat dunia semakin lebih sejahtera.” tegasnya

Pada kesempatan tersebut Prof. Dr. Ridwan juga meluruskan anggapan masyarakat bahwa  Society 5.0 merupakan kelanjutan dari Society 4.0. Dijelaskan, Society 5.0 digagas oleh masyarakat Jepang, sedangkan Society 4.0 digagas masyarakat Jerman. Meskipun keduanya beda dalam subtansi, namun keduanya mampu berkolaborasi dengan baik.  

Kaprodi Rekayasa Infrastruktur dan Lingkungan, Fakultas Ilmu dan Teknologi Lingkungan Unika Soegijapranata Dr. Rr.M.I. Retno Susilowati, MT menambahkan, program studi baru ini menggabungkan tiga hal penting, yakni rekayasa sipil,  pembangunan perkotaan, dan teknik lingkungan.

“Program kami S1 dan S2 Smart City. Program ini merupakan program terusan, dapat ditempuh selama lima tahun. S1 dari Rekayasa Infrastruktur dan Lingkungan, S2 dari program Magister Lingkungan dan Perkotaan.” jelasnya

http://lldikti6.ristekdikti.go.id

Kategori: