Mahasiswa Unika Bikin Game Tari Pakai Sensor Gerak Manusia – Reynard Berharap Bisa Diimplementasikan di Sekolah-sekolah
Senin, 15 Juli 2019 | 13:30 WIB

 

TRB 15_07_2019 Reynard Berharap Bisa Diimplementasikan di Sekolah

Inovasi terus dikembangkan oleh para generasi muda. Satu di antaranya oleh Dominikus Reynard Darmawan, yang menciptakan game tari menggunakan sensor kinect. Permainan komputer itu membuat si pemain harus melakukan gerakan sesuai dengan penari 3D.

SENSOR kinect yang diletakkan di depan si pemain game tersebut, akan mendeteksi gerakan badan sang pemain.

Maka, semakin sempuma gerakannya, maka skor yang didapat dalam permainan tersebut semakin tinggi.

Reynard pun mendemonstrasikan permainan ciptaannya, Sabtu (13/7) di kampus Unika Soegijapranata.

Mahasiswa prodi Game and Technology Unika, itu mengatakan, pembuatan Permainan menari merupakan salah satu opsi untuk pembelajaran tarian lokal. Ia mengaku resah karena generasi penerus semakin tak mengenal budayanya sendiri.

"Saya riset sejak awal tahun ini, di Semarang. Dengan sampel beberapa siswa SMP," jelasnya.

"Kami mendapatkan hasil bahwa nyaris setengah siswa SMP di Semarang tak tahu mengenai tari-tarian yang ada di Semarang dan Jateng," imbuhnya.

Maka, ia pun mulai memutar otak untuk membuat permainan sekaligus bisa menjadi media pembelajaran bagi anak-anak muda. "Game ini diciptakan selama beberapa bulan. April hingga Juni kemarin," katanya.

Permainan Menari buatan Reynard, mengaplikasikan game komputer dengan sistern sensor kinect. Sensor kinect, menurut Reynard mudah dicari di pasaran, dan harganya cukup terjangkau.

"Kita butuh media pembelajaran baru untuk masyarakat belajar budaya sendiri. Salah satunya game edukasi," ungkap dia.

Salah satu kesulitan dalam pembuatan permainan tersebut adalah agar penari yang ada di komputer tampak seperti aslinya. Untuk itu, Reynard pun mengajak beberapa penari untuk ikut berpartisipasi.

Caranya ia merekam gerakan tari Denok yang ditarikan oleh para penari tersebut, untuk kemudian dipelajari dan dibuat dalam bentuk animasinya. "Saya butuh konfirmasi ke penari bahwa tarian yang ada di game tersebut sudah benar atau belum," ujar Reynard.

Ia pun berharap, game Menari ini ke depannya bisa diimplementasikan di sekolah-sekolah. "Saya ingin permainan ini menjadi game edukasi, belajar tentang wawasan tari-tarian di Indonesia," papar dia.

Senada, Ridwan Sanjaya Rektor Unika Soegijapranata menilai Menari adalah game yang bertujuan untuk menumbuhkan masyarakat terhadap budaya yang ada di negeri sendiri.

"Ini inovasi yang baik dari mahasiswa Unika. Kami terus berupaya memberi tempat dan dorongan bagi karya-karya seperti ini terus lahir," ujarnya.

►Tribun Jateng 15 Juli 2019 hal. 9, 19

Kategori: