Nilai UTBK Bisa Berlaku Universal di PTN dan PTS
Minggu, 9 Juni 2019 | 11:14 WIB

Hari Senin (10/6/2019) mulai dibukanya pendaftaranSeleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), calon mahasiswa yang telah melakukan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di gelombang pertama dan kedua kini mulai berhitung kemungkinannya untuk lolos di PTN yang dipilih.

Beberapa situs pemantauan nilai SBMPTN berdasarkan ranking nilai UTBK juga bermunculan untuk membantu calon mahasiswa berhitung kesempatan. Situs internet seperti pantaunilaiutbk.id dan www.edukasystem.id menjadi contoh pedoman yang banyak diikuti oleh para lulusan SMA, disamping WhatsApp Group dan Facebook Groups yang khusus dibuat untuk berkabar akan update nilai UTBK di PTN pilihannya.

Di dalam situs Eduka System bahkan juga ditampilkan grafik nilai UTBK tertinggi di lima universitas favorit untuk SAINTEK yang sampai di kisaran angka 600 ke atas dan SOSHUM yang sampai di kisaran 550 ke atas. Dengan melihat nilai tertinggi dan membandingkannya dengan kuota mahasiswa masing-masing perguruan tinggi, calon mahasiswa dapat berhitung peluangnya untuk masuk ke sana. Namun penggunaan nilai UTBK bukan satu-satunya domain PTN, nilai tersebut juga dapat dipakai oleh pendaftar untuk masuk ke PTS.

Dalam pantauan Kedaulatan Rakyat, Unika Soegijapranata di Semarang, Universitas Parahyangan di Bandung, dan Universitas Atmajaya di Jakarta merupakan contoh kampus-kampus yang telah mengumumkan menerima nilai UTBK untuk jalur tanpa tes ke universitas tersebut.

Menurut Prof. Ridwan Sanjaya, Rektor Unika Soegijapranata yang dihubungi oleh Kedaulatan Rakyat, Minggu (9/6/2019), penggunaan nilai UTBK bisa diterima di kampusnya selama kuota mahasiswa di setiap program studi masih ada. Menurutnya, beberapa program studi seperti Psikologi, Teknologi Pangan, dan Akuntansi, kuota mahasiswa yang bisa diterima tersedia mulai menipis karena dari tahun ke tahun pendaftarnya merupakan calon mahasiswa yang telah yakin dengan kualitas lulusannya. Sehingga mereka sudah mendaftar dan diterima di perguruan tinggi terakareditasi A ini sebelum pelaksanaan SNMPTN atau SBMPTN. Bahkan program studi Kedokteran yang masih baru juga mengalami hal yang sama karena kuota mahasiswa yang bisa diterima hanya 50 orang.

Dengan nilai UTBK tersebut, ujar Prof Ridwan, pendaftar hanya perlu memasukkan berkasnya ke situs pendaftaran online beserta dengan isian profil calon mahasiswa pada umumnya. Nilai tersebut dapat digunakan oleh calon mahasiswa untuk menggantikan ujian masuk. Dengan cara ini, mahasiswa dari luar kota atau luar pulau tidak perlu mengalami kesulitan dalam mendaftar karena sudah tidak ada keharusan lagi untuk mengikuti ujian penerimaan mahasiswa baru.

https://krjogja.com

Kategori: