Nilai UTBK Berlaku Secara Universal
Senin, 24 Juni 2019 | 10:26 WIB

KR 22_06_2019 Nilai UTBK Berkalu Secara UniversalSetetah melakukan tes atau Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) gelombang I dan II kini peserta Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) mulai berhitung kemungkinannya untuk lolos di PTN yang dipilih. Senin lalu (10/6), pendaftaran Seleksi Bersarna Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) mulai dibuka. Beberapa situs pemantauan nilai SBMPTN berdasarkan ranking nilai UTBK juga memunculkan untuk membantu calon mahasiswa berhitung kesempatan. Situs internet seperti pantaunilaiutbk.id dan www.edukasystem.id menjadi contoh pedoman yang banyak diikuti lulusan SMA disamping WhatsApp Group don Facebook Group yang kusus dbuat untuk berkabar akan update nilai UTBK di PTN pilihannya.

Di dalam situs Eduka System bahkan juga ditampilkan grafik niali UTBK tertinggi di lima universitas favorit untuk SAINTEK yang sampai kisaran angka 600 ke atas dan SOSHUM yang sampai di kisaran 550 ke atas. Dengan melhat nilai tertinggi dan membandingkannya dengan kuota mahasiswa masing-masing perguruan tinggi, calon mahasiswa dapat berhitung peluangnya untuk masuk ke sana. Namun penggunaan nilai UTBK bukan satu-satunya domain PTN, nilai tersebut juga dapat dipakai oleh pendaftar untuk masuk ke PTS.

Dalam pantauan Kedaulatan Rakyat, Unika Soegijapranata di Semarang, Universitas Parahyangan di Bandung, dan Universitas Atmajaya di Jakarta merupakan beberapa contoh kampus yang tetah mengumumkan menerima nilai UTBK untuk jalur tanpa tes ke universitas tersebut.

Rektor Unika Soegijapranata Prot Dr Ridwan Sanjaya SKom MSEIC yang dihubungi KR, Kamis (20/6) menyatakan penggunaan nilai UTBK bisa diterima di kampusnya selama kuota mahasiswa di setiap program studi masih ada. Menurutnya beberapa program studi seperti Psikologi, Teknologi Pangan dan Akuntansi kuota mahasiswa yang bisa diterima tersedia mulai menipis karena dari tahun ke tahun pendaftarnya merupan calon mhaiswa yang telah yakin dengan kualitas lulusannya. Bahkan program studi Kedokteran yang masih baru juga mengalami hal yang sama karena kuota mahasiswa yang bisa diterima hanya 50 orang.

“Dengan nilai UTBK tersebut pendaftar hanya perlu memasukkan berkasnya ke situs pendaftaran online beserta isian profil calon mahasiswa pada umumnya. Nilai tersebut dapat dgunakan oleh calon mahasiswa untuk menggantikan ujian masuk. Dengan cara ini, mahasiswa dari luar kota atau luar pulau tidak perlu mengalami kesulitan dalam mendaftar karna sudah tidak ada keharusan lagi untuk mengikuti ujian penerimaan mahasiswa baru”, ujar Prof Ridwan.

 

►Kedaulatan Rakyat, 22 Juni 2019

Kategori: