Mahasiswa Diharapkan Siap Hadapi Kemajuan Teknologi Industri
Jumat, 14 Juni 2019 | 14:18 WIB

image

Pesatnya perkembangan teknologi di berbagai bidang kehidupan, mendorong dan menciptakan banyak peluang baru dalam dunia industri, termasuk industri konstruksi yang memegang peranan penting dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia.

Untuk itu Keluarga Mahasiswa Teknik Sipil (KMTS) Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata Semarang menggelar talkshow "Persaingan Industri Konstruksi di Era Revolusi Industri 4.0" di kampus setempat, Kamis (13/6/2019). Nara sumber talkshow Kepala Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya Jawa Tengah Dr Ir AR Hanung Triyono MSi dan Senior Vice President Head of Strategic Planning, Research and Technology Division PT. PP (Persero) Tbk Ni Made Sasanti.

Dalam pengantarnya, Ketua Program Studi Teknik Sipil Unika Soegijapranata Daniel Hartanto ST MT berharap talkshow menambah wawasan dan update ilmu pengetahuan dalam menghadapi kemajuan teknologi revolusi industri 4.0 dalam persaingan industri konstruksi. Juga dapat mengasah keilmuan dan wawasan terkait teknologi industri 4.0 seperti artificial intelligence, start-up, dan industri digital lainnya," ucap Daniel.

Ni Made Sasanti menyatakan pengembangan teknologi dapat mempercepat pekerjaan lebih efisien, efektif, cepat dan safety. Selain itu tren ke depan dengan smart constructions lewat BIM (Building Information Modelling) maka segala sistem, manajemen, metode atau runutan pengerjaan proyek dapat diterapkan berdasarkan informasi terkait keseluruhan aspek bangunan yang dikelola kemudian diproyeksikan ke dalam model 3 dimensi, sehingga BIM memberikan benefit kepada konstruksi,” ujar Ni Made Sasanti.

Sedangkan Dr Hanung Triyono menyoroti sisi kemanusiaan tanpa harus meninggalkan kemajuan teknologi di era revolusi industri 4.0.

“Ada tiga hal yang harus diperhatikan dalam menyikapi kemajuan teknologi industri yaitu integritas yang membentuk watak manusia, profesional artinya bekerja dengan baik sesuai dengan keilmuannya dan inovatif, ideologi kebangsaan yaitu Pancasila yang menjadi harga mati,” tuturnya.

Implementasinya, ujar Hanung, kita harus menjalin komunikasi dengan orang lain, mempunyai integritas dan komitmen  serta memiliki fondasi ketuhanan. Adapun Artificial Intelligence itu hanya sebagai tools, supaya kita tidak kalah dengan robot yang kita ciptakan.

https://www.krjogja.com

Kategori: