Macet Jadikan Tol Serasa ‘Non Tol’
Senin, 3 Juni 2019 | 5:31 WIB

Eforia masyarakat memakai tol saat mudik tahun ini cukup tinggi sehingga terjadi beberapa kemacetan di tol di antaranya di gerbang tol (GT), rest area penuh, dan bahu tol menjadi parkir kendaraan dengan berbagai alasan.

“Jangan sampai ada jargon baru nantinya “tol serasa non tol”, padahal sudah membayar untuk mendapatkan kenyamanan,” kata Pakar dan pengamat transportasi yang juga dosen Teknik Sipil Unika Soegijapranata Semarang Djoko Setijowarno di Semarang Minggu (2/5).

Dia menyatakan pemerintah dan masyarakat perlu memikirkan solusi masalah terkait kemacetan tol. Di antaranya, ke depan GT diminimalkan hanya pada pintu masuk dan keluar tol, pembayaran tol menggunakan sistem yang lebih canggih seperti dilakukan negara maju, seperti OBU (on board unit) atau RFID (Radio Frequency Identification) sehingga tidak banyak GT pembayaran tol.

“Masyarakat juga harus patuh, bahu jalan tidak boleh untuk parkir atau istirahat tetapi difungsikan untuk darurat, misal mobil ambulan dan lain lain fungsi emergency.”

Keberadaan rest area di tol, kata Djoko memang tidak akan mencukupi saat musim mudik dan balik lebaran setiap tahun dan tidak bijak memaksa menambah rest area baru yang hanya digunakan selama dua minggu karena investasinya cukup mahal. Himbauan untuk memilih keluar tol bisa lebih diintensifkan lagi.

Djoko menjelaskan di jalan non tol juga tersedia banyak kuliner dan tempat istirahat yang memadai, selain juga ikut membantu ekonomi masyarakat di sepanjang jalan non tol.

🔅https://krjogja.com

Kategori: