Ingin Menulis Buku? Ternyata Ini Kuncinya
Rabu, 12 Juni 2019 | 8:57 WIB

image

Untuk mendorong minat menulis di kalangan dosen dan mahasiswa, Program Studi Sistem Informasi, Game Technology, dan E-Commerce Fakultas Ilmu Komputer Unika Soegijapranata bekerja sama dengan Graha Ilmu gelar seminar bertajuk ‘Motivasi Menulis’, Selasa (11/6/2019) di ruang Teater Gedung Thomas Aquinas Unika.

Graha Ilmu adalah salah satu penerbitan buku teks perguruan tinggi ternama di Indonesia.

Pembicara seminar itu Direktur penerbit Graha Ilmu Jozep Edyanto, dan Rektor Unika Soegijapranata Prof Ridwan Sanjaya.

Jozep menuturkan kurangnya minat menulis buku dipengaruhi faktor kurangnya kepercayaan diri seseorang yang ingin menulis buku.

Lalu faktor lainnya di antaranya belum ada kesadaran berbagi sumber ilmu pengetahuan melalui buku teks.

"Perlu dimotivasi mental bahwa karya yang dihasilkan layak diterbitkan dalam sebuah buku," ujarnya.

"Jadi tak hanya mau saja tapi perlu percaya diri bahwa tulisannya layak diterbitkan dan berguna bagi orang lain," sambungnya.

Menurutnya dalam menulis buku tak perlu berpikir tentang ekonomi atau ke arah royalty.

Karena karya yang dihasilkan akan terindeks dan disitasi oleh banyak penulis atau peneliti lain.

"Efek lain buku menjadi media terjadinya transfer pengetahuan," imbuh Jozep.

Jozep dalam kesempatan itu menghibahkan perpustakaan digital dengan 4.500 buku ke Unika Soegijapranata.

Ia berharap keberadaan perpustakaan digital semakin menumbuhkan minat baca dan menulis buku pada civitas akademika Unika.

Sementara Prof Ridwan Sanjaya menyoroti kolaborasi dosen dan mahasiswa Unika dalam menulis buku yang sedang digalakkan.

"Kami kembangkan platform menuliskan ide menjadi sebuah buku. Platform tersebut sudah disiapkan oleh UPT Penerbitan Unika dalam bentuk situs http://ebook.unika.ac.id/," ujarnya.

Menurut Ridwan, lewat platform tersebut setiap dosen dan mahasiswa bisa berkolaborasi menulis bersama.

"Bisa dilakukan berbagai macam cara. Di antaranya dosen sebagai reviewer, dosen sebagai editor, ataupun bisa juga dosen sebagai co-author," katanya.

Ia menambahkan dengan tersedianya platform yang ada dan jaringan ke penerbit buku nasional maupun internasional, diharapkan pembuatan buku menjadi lebih mudah.

Penerbitan menjembatani sampai dengan diterbitkannya buku oleh penerbit, baik penerbit nasional maupun penerbit yang skalanya internasional dalam bentuk tercetak maupun e-book di Google Play Books.

"Hal itu supaya mahasiswa berkolaborasi menulis bersama dosen yang memiliki minat yang sama serta proses dalam kolaborasi penulisan buku," ujarnya.

http://jateng.tribunnews.com

Kategori: