Gelar Expo KKU dan KKS, Unika Soegijapranata Semarang Berdayakan Produk Akar Rumput
Kamis, 20 Juni 2019 | 16:09 WIB

image

Expo mahasiswa digelar di Unika Soegijapranata Semarang, Kamis (20/6/2019) pagi.

Para mahasiswa yang telah mengikuti kuliah kerja usaha (kku) dan kuliah kerja sinergis (kks) mengisi expo tersebut dengan menjual berbagai makanan olahan produk di mana mereka ditempatkan.

Kepala LPPM Unika Soegijapranata, Dr. Berta Bekti Retnawati mengatakan ada 401 mahasiswa yang mengisi expo tersebut.

Sebelumnya mereka terbagi dalam total 127 grup mitra usaha dan pkk se Kota Semarang.

"Untuk mahasiswa kku, mendampingi mitra usaha Kota Semarang," ujar Berta.

"Sedangkan kks, kami kerjasama dengan pkk di Semarang. Ini progran pertama kami bekerjasama dengan mereka," paparnya.

Menurut Berta, kerjasama dengan ibu-ibu pkk bermanfaat bagi para mahasiswanya.

Utamanya mahasiswa dengan multi disiplin ilmu dapat terjun mengatasi permasalahan yang ada di tengah masyarakat.

"Kita melihat pkk sebagai salah satu kelompok masyarakat akar rumput. 10 program pokok pkk bisa dioptimalkan pelaksanaannya oleh mahasiswa," ujarnya.

Makanan yang dijual di expo ini beragam. Utamanya, mahasiswa memperbaiki mulai proses penjualan, pembuatan makanan, pembukuan per bulan, pemilihan bahan-bahan berkualitas agar produk yang dihasilkan dan ekonomi masyarakat semakin baik.

Ia berharap lewat program kku dan kks, mahasiswa bisa belajar beradaptasi dengan lingkungan sekitar.

Terlebih, di tahun berikutnya program KKS Unika Soegijapranata melibatkan ibu-ibu pkk se Jawa Tengah.

Ketua tim Penggerak pkk Kota Semarang, Krisseptiana Hendrar Prihadi saat menghadiri expo mengapresiasi pelaksanaan kks Unika.

Saat ini menurutnya masih banyak permasalahan yang timbul di masyarakat.

Terutama masalah kesehatan, yakni penurunan angka kematian ibu dan juga demam berdarah.

"Ini luar biasa karena seluruh stakeholder bisa mendukung kegiatan pkk. Kenyataannya pkk sampai di akar rumput maka perlu edukasi," ungkapnya.

https://jateng.tribunnews.com

Kategori: