Food Truck Jadi Peluang Wirausaha Yang Kini Patut Dilirik
Kamis, 13 Juni 2019 | 10:50 WIB

Salah satu pembicara, Meiliana menyampaikan materi dalam sesi talk show

Memperingati Dies Natalis ke-24 yang jatuh pada tanggal 5 Juni, Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Unika Soegijapranata menggelar acara talk show pada hari Rabu (12/6) bertempat di Ruang Teater Gedung Thomas Aquinas Lantai 3 kampus Unika.

Talk show bertema “Bedah Food Truck dan Gizi Kaum Muda Masa Kini” merupakan salah satu acara dari serangkaian kegiatan Dies Natalis FTP Unika. Talk show yang terbuka untuk mahasiswa Unika Soegijaprana, siswa dan guru SMA, serta masyarakat umum ini menghadirkan dua orang pembicara yakni Meiliana, S.Gz, MS sebagai dosen FTP Unika dan Mei Tri Nugroho selaku ketua Komunitas Food Truck Semarang.

“Hari ini kita mencoba sesuatu yang berbeda dan relatif baru di Semarang. Di luar negeri sudah ada food truck yang biasanya datang ke area public space tiap sore di kampus besar. Ini akan menjadi sesuatu yang menarik,” ungkap Dr R Probo Y Nugrahedi STP MSc dalam sambutannya selaku dekan FTP Unika.

Food truck adalah sebutan bagi para penjual makanan yang menyajikan produknya di atas mobil dengan proses pengolahan yang relatif cepat sekitar 5 menit. Penjualan makanan dengan konsep food truck didesain untuk mobilitas yang tinggi, sehingga memungkinkan para penjual tidak hanya diam di suatu tempat tetapi bisa pula mendatangi tempat-tempat lain yang sedang menyelenggarakan acara tertentu.

Makanan dan minuman yang disajikan di food truck sebagian besar tergolong sebagai street food yang muncul karena kebutuhan konsumen akan penyajian makanan yang cepat dan praktis. Kebutuhan ini muncul karena kebanyakan anak muda saat ini tidak sempat memasak karena sibuk atau tidak ada waktu.

“Selain pabrik dan industri pangan, food truck menjadi salah satu peluang wirausaha yang dapat dikembangkan di bidang pangan. Oleh karena itu, kita coba menggandeng komunitas food truck yang ada di Semarang. Dari talk show ini, kita akan mengupas mengenai food truck dari segi teknis maupun dari segi gizi makanan dan minuman yang menjadi tren konsumsi anak muda saat ini. Dengan demikian, diharapkan muncul beragam inovasi pangan ke depannya,” ungkap Andreas Dian Prasetyo selaku ketua panitia.

Salah satu food truck dalam food explorer di selasar Albertus

Dalam sesi talk show, Meiliana memaparkan bahwa hal yang menjadi perhatian dalam konsumsi makanan anak muda saat ini adalah tingginya jumlah gula dan garam yang dikonsumsi. Padahal diperlukan asupan yang seimbang untuk menjaga kesehatan tubuh. Oleh sebab itu, dalam konsumsi sehari-hari disarankan adanya variasi menu pada makanan. Seperti misalnya dikombinasikan dengan beragam sayuran dan buah-buahan.

Hal yang sama juga bisa diaplikasikan dalam bidang food truck. Saat ini masyarakat semakin peduli pada kesehatan. Dengan adanya kombinasi dan variasi menu tersebut, kelebihan dari food truck adalah tidak hanya sekedar praktis dan cepat tetapi juga sehat. Hal lain yang juga perlu diperhatikan dalam merintis usaha pangan seperti food truck adalah sanitasi dan higienitas. Selain itu, adanya ijin lisensi juga mendukung.

Pesta Perak Dies Natalis FTP ke-25

“Rangkaian acara dies natalis ini sebenarnya saling berkaitan. Dies natalis ke-23 lebih banyak mengulas tentang perjalanan FTP dari waktu ke waktu. Sedangkan dies natalis ke-24 ini membahas tentang masa sekarang. Dengan adanya media sosial, generasi muda sangat cepat menyesuaikan dengan situasi yang ada dan jeli melihat peluang-peluang yang ada di bidang pangan, salah satunya adalah food truck. Dies natalis ke-24 adalah persiapan untuk pesta perak FTP yang ke-25 tahun. Kita tunggu dies natalis yang ke-25, sudah kita siapkan rancangannya,” terang Andreas.

Selain acara talk show, FTP Unika juga menggelar Food Explorer yang menjajakan beragam jenis makanan dan minuman di selasar Gedung Albertus mulai tanggal 12 hingga 14 Juni dengan konsep food truck. Acara food explorer ini menggandeng usaha kecil dan menengah untuk bergabung bersama. Adapun serangkaian kegiatan lain dalam rangka dies natalis FTP ke-24 adalah FTP Home Stage (24 Mei), Open House FTP (13 Juni), serta misa syukur dan sarasehan (14 Juni).

Bukan hanya itu saja, beberapa kegiatan dalam rangka dies natalis juga sudah diagendakan. “Di bulan Agustus mendatang akan ada 12 dosen tamu dari Tung Hai University Taiwan dan dua profesor dari Providence University Taiwan. Puncaknya pada bulan September akan diadakan seminar FOSTER yang akan dihadiri pembicara dari Institute of Nutrition Mahidol University Thailand, alumni FTP Unika yang menjadi salah satu manajer di PT Indofood Sukses Makmur Bogasari Fluor Mills, dan salah satu dosen FTP Unika, Dra Laksmi Hartayanie MP sebagai pembicara seminar nantinya,” terang Dr Probo.

“Kita berharap model kerjasama ini bisa dilanjutkan, tidak sekedar dalam konteks bisnis saja tetapi juga dalam konteks ilmu pangan sesuai bidang kita. Harapannya kita bisa adakan diskusi lanjutan terkait pengembangan produk, keamanan makanan, sanitasi dan higienitas, nutrisi makanan, dan lain-lain. Semoga kegiatan ini bermanfaat bagi kita semua dan khususnya memberikan inspirasi terutama bagi rekan-rekan muda,” tandas Dr Probo.  (B. Agth)

Kategori: ,