Dosen dan Mahasiswa Unika Didorong Berkolaborasi dalam Penulisan
Kamis, 13 Juni 2019 | 8:36 WIB

image

Rektor Unika Soegijapranata Prof Ridwan Sanjaya mengungkapkan usahanya untuk mendorong kolaborasi dosen dan mahasiswa dalam penulisan. Menurutnya bentuk kolaborasi itu bisa bermacam. Bisa saja dosen sebagai reviewer, editor, ataupun co-author.

“Unika dalam periode empat tahun sekarang ini, menekankan bahwa talenta yang dimiliki dapat dirasakan oleh orang-orang di sekitar kita. Untuk itu, salah satu usahanya adalah mengembangkan platform untuk menuliskan ide menjadi sebuah buku. Platform tersebut sudah disiapkan oleh UPT Penerbitan Unika dalam bentuk situs. Harapannya dengan platform tersebut setiap dosen dan mahasiswa bisa berkolaborasi menulis bersama,” jelas Ridwan dikutip dari situs resmi Unika Soegijapranata, Rabu (12/6).

Lebih lanjut, dia juga mengungkapkan bahwa dengan tersedianya platform yang ada dan jaringan ke penerbit buku nasional maupun internasional, diharapkan pembuatan buku menjadi lebih mudah. Penerbitan akan menjembatani sampai dengan diterbitkannya buku oleh penerbit, baik penerbit nasional maupun penerbit yang skalanya internasional dalam bentuk tercetak maupun e-book di Google Play Books.

Ridwan yang telah menulis 110 buku ini juga mengatakan, biasanya yang menjadi kesulitan adalah bagaimana memantik ide. Karena itu, dengan berkolaborasi, mahasiswa dan dosen yang memiliki minat sama bisa saling mendukung.

Sementara itu, dalam seminar bertajuk Motivasi Menulis, Selasa (11/6) di ruang Teater Gedung Thomas Aquinas, Direktur penerbit Graha Ilmu Jozep Edyanto menuturkan bahwa kurangnya minat menulis buku sangat dipengaruhi oleh salah satunya adalah faktor kurangnya kepercayaan diri pada individu yang ingin menulis buku. Faktor lain yang kerap dijumpai yaitu belum adanya kesadaran untuk berbagi sumber ilmu pengetahuan melalui buku teks.

“Yang perlu dimotivasi adalah mental atau kesadaran bahwa karya yang dihasilkan layak untuk diterbitkan dalam sebuah buku. Jadi bukan hanya mau dan mampu saja tetapi juga perlu percaya diri bahwa tulisannya itu layak diterbitkan dan berguna bagi orang lain,” tuturnya.

Dia menegaskan, menulis tidak sulit. Selain itu, pada para mahasiswa yang hadir dia juga menekankan agar tak berpikir soal royalti dulu.

“Efek lain dari buku adalah menjadi media terjadinya transfer knowledge. Untuk itu, tidak harus fokus pada royalti tetapi hendaknya juga dipertimbangkan pada sisi index dan sitasinya oleh penulis atau peneliti lain, yang nanti akan membawa dampak pada kelembagaan atau institusi,” kata Jozep.

https://semaranginside.com

Kategori: