Cara Unik Belajar Arsitektur dengan Videogame
Senin, 24 Juni 2019 | 11:18 WIB

Para mahasiswa didampingi oleh Bonifacio Bayu S ST MSc, saat mengeksplore videogame

Sebuah event untuk sinau bareng telah diselenggarakan oleh Program Studi (Prodi) Arsitektur Fakultas Arsitektur dan Desain (FAD) Unika Soegijapranata, pada hari Sabtu (22/6) yang diikuti oleh para mahasiswa dari tiga kelas prodi Arsitektur sebagai penutupan mata kuliah teori dan sejarah arsitektur timur dan barat klasik.

Yang unik dalam event ini adalah bentuk penyajian dan media yang digunakan untuk ajang sinau bareng tersebut menggunakan game tiga dimensi seperti yang dijelaskan oleh salah satu dosen Prodi Arsitektur Unika Bonifacio Bayu S  ST  MSc.

“Dalam penutupan mata kuliah teori dan sejarah arsitektur timur dan barat klasik ini, tiga kelas memang kita gabung menjadi satu supaya bisa menjadi evaluasi kita bersama dan memastikan bahwa semua kelas itu mendapatkan materi yang sama. Di dalam kegiatan ini kita memberi judul : Sinau Bareng Napak Tilas Arsitektur Melalui Lintas Sejarah,” jelas Boni.

“Dalam kegiatan sinau bareng ini kita menggunakan platform videogame sebagai sarana belajar para mahasiswa, kebetulan platform videogamenya adalah dari the serial Assassin’s Creed berbagai versi, yang memiliki kekhasan bahwa semua konten yang ada di dalam game tersebut itu adalah hampir 100 % real, mulai dari event sejarahnya, lokasi, dan bangunan-bangunan itu sangat detil sekali, “ imbuhnya.

Lebih lanjut Boni juga menjelaskan bahwa cara pengambilan data dalam pembuatan game ini memang menggunakan teknologi yang sangat mendekati aslinya, jadi karena itu para mahasiswa ini kita minta untuk memainkan game tersebut supaya bisa mempelajari perihal sejarah arsitektur timur dan barat klasik, yang sebelumnya para mahasiswa sudah mendapatkan dari text book dan gambar secara visual dua dimensi maupun tiga dimensi secara animasi yang sering para mahasiswa dapatkan selama kuliah.

Hal lain dengan memainkan game tersebut, para mahasiswa juga mendapatkan feel-nya atau suasana masa lalu supaya bisa lebih meruang secara arsitektur.

Hal serupa juga dirasakan oleh para mahasiswa yang mengikuti sinau bareng Prodi Arsitektur ini, salah satunya adalah Theodorus Laksmana NH yang dalam kelompoknya mendapat bagian mempelajari arsitektur Mesir kuno.

“Dalam kegiatan ini per kelas dibagi dalam beberapa kelompok yang masing-masing mempelajari per periode sejarah antara lain seperti : Mesir kuno, Yunani, Romawi, Islamic dan Byzantine. Dan sebenarnya model belajar dengan menggunakan media game ini lebih menarik daripada belajar dengan menggunakan seminar, karena dengan game ini kita bisa interaksi dengan dunianya langsung,” ucap Theo.

“Disamping itu dengan belajar melalui game ini, kami juga senang dan ingatan atau memori bermain game serta segala sesuatu yang muncul didalamnya jadi mudah diingat,” sambungnya.

Dalam kegiatan sinau bareng ini, para mahasiswa selain didampingi oleh dua dosen yaitu Bonifacio Bayu S  ST  MSc dan Gustav Anandhita ST MT  juga berkesempatan untuk melakukan interaksi melalui media game dan selanjutnya membuat sketsa sesuai periode sejarah yang dipelajari. (fas)

Kategori: ,