Bahaya VPN: Data dan Privasi Hilang Sekejap
Senin, 17 Juni 2019 | 8:59 WIB

Bahaya VPN Data dan Privasi Hilang Sekejap
KEPUTUSAN pemerintah membatasi layanan media sosial pada 22 Mei 2019 mendapat tanggapan beragam dari pengguna layanan internet di Indonesia. Kebijakan ini membuat pengguna media sosial (medsos) semisal Facebook, Instagram, dan WhatsApp hanya dapat mengirim teks. Mereka tak bisa leluasa mengirim gambar dan  Video. Dalam penjelasannya, Menkominfo Rudiantoro mengatakan, kebijakan ini dikeluarkan untuk meminimalkan berita hooks berupa foto dan video terkait kerusuhan maupun hal-hal terkait pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

Kebijakan ini pun sempat diwacanakan akan dilakukan lagi saat sidang di Mahkamah Konstitusi terkait sengketa hasil pemilu presiden, Jumat (14/6). Namun, penerapannya kondisional.

Pelaksanaan kebijakan tersebut membuat pengguna medsos kalang kabut. Saat ini media sosial memang telah menjadi kebutuhan pokok masyarakat. Mereka gelisah lantaran tak bisa bertukar informasi lewat video ataupun gambar meski pesan yang disampaikan tak ada kaitannya sama sekali dengan kekhawatiran pemerintah. Mereka pun berusaha mencari alternatif agar bisa mengakses dan menggunakan media sosial sebagaimana mestinya.

Maka, mereka berusaha membuka media sosial menggunakan interkoneksi, satu di antaranya VPN atau Virtual Private Network. Popularitas VPN pun meningkat. Pengguna medsos terutama lewat smartphone, kemudlan ramai-ramai menginstall VPN gratisan agar bisa bermedsos tanpa pembatasan, tanpa berptkir dampak yang timbul.

Mengenal VPN
VPN ataus Virtual Private Network adalah jalur atau terowongan komunakasi yang aman antara perangkat (smartphone dan computer) dengan Internet. VPN digunakan untuk melindungi lalu lintas daring (online) dari pengintaian, gangguan, dan sensor. VPN memungkinkan menutupi mengubah lokasi dalam menjelajahi layanan Internet secara anonim dari mana pun berada. VPN juga mampu membuka atau membypass situs yang diblokir.

VPN merupakan cara memperluas jaringan pribadi menggunakan  jaringan publik. VPN awalnya digunakan untuk membantu perusahaan yang memillki kantor cabang di berbagal daerah atau negara agar terhubung satu sama lain, seolah-olah hanya dalam jaringan lokal atau Local Area Network (LAN). Jika perusahaan akan menghubungkan semua layanan menggunakan jaringan komputer maka harus menarik kabel dari satu perusahaan pusat ke cabang-cabang perusahaan. Hal tersebut akan mengeluarkan biaya yang luar biasa mahal.

VPN memungkinkan mengatasi masalah ini secara efektif. Dimana perusahaan cukup menggunakan jaringan internet biasa yang ditambahi layanan keamanan lewat cara menyediakan terowongan (tunnel) yang terenkripsi antara klien dan server VPN. Nah, menggunakan layanan VPN maka jaringan tersebut seolah-olah menjadi jaringan lokal.

Dari segi legalitas, pengunaan VPN di Indonesia belum diatur secara khusus dalam peraturan  sehingga masih dianggap legal. Sementara, di banyak negara, penggunaan VPN dilarang karena dimungkinkan mengganggu stabilitas negara. Hal ini dilakukan untuk menghindari kebocoran informasi dan untuk memperketat keamanan informasi.

Saat ini VPN juga sering disalahgunakan untuk melakukan penipuan daring, pencurian cyber, mengunduh konten yang dilindungi hak ciptanya. Legalitas menggunakan layanan VPN tergantung pada negara dan hubungan geopolitiknya dengan negara.

Keamanan Menggnnakan VPN
VPN dlrancang secana baik, menggunakan beberapa metode untuk menjaga keamanan koneksi dan data. Kerahasiaan data menjadi layanan terpenting dalam implementasi VPN. Data yang dikirim dari satu komputer ke komputer lain melalui tunnel dan dienkripsi (disandikan) ke dalam bentuk yang hanya dapat di decode/ diterjemahkan oleh komputer tujuan.

VPN memiliki Internet Protocol Security (IPsec) yang menyediakan  fitur keamanan algoritma enkripsi yang kuat dan otentikasi yang sangat komprehenstf. IPsec memiliki dua model enkripsl: tunnel dan transportasi. Hanya sistem yang memenuhi IPsec yang dapat memanfaatkan protokol ini. Sernua perangkat harus menggunakan kunci atau sertifikat dan harus memiliki kebijakan keamanan. Dan dalam enkrispsi mendukung 56 bit (DES tungal atau EnkrIpsi 168 bit (tripel DES), secure socket layer (SSL), dan PPTP (dengan MPPE/Microsoft Point to Point Encryption).

IPsec memilili mekanisme untuk memastikan bahwa paket terenkripsi dengan baik. Jika paket data dalam perjaJanan rusak maka pengiriman data di drop dan dibatalkan. Otentikasi data sangat penting untuk memverifikasi identitas sumber data yang dikirim hal ini sangat diperlukan untuk menjaga dari  serangan data.

Layanan VPN
Layanan VPN ada yang berbayar dan tidak berbayar. VPN berbayar dapat dibangun mengunakan server mandiri bagi perusahaan yang memiliki jalur internet besar, atan dapat menggunakan layanan dari Internet Service Provider (ISP). Dengan menggunakan layanan dari ISP, keamanan data akan terjamin karena mereka mengikuti aturan dari konsorsium internasional yang beranggotakan di antaranya Microsoft, Cisco, juga Juniper.

Sementara. VPN tidak berbayar (gratis) disediakan oleh plhak ketiga. Dimana, setiap orang dapat langsung menggunakannya dengan mengunduh aplikasi VPN sesuai kebutuhannya masing-masing. Misalnya VPN untuk Windows, VPN Broser, maupun VPN untuk smartphone Android lalu meng-install dan mengunakannya dengan memilih negara penyedia VPN. Lewat cara ini, kita seolah-olah berada di negara yang memberikan layanan VPN tersebut.

Bahaya VPN Gratis
Meskipun VPN memiliki peraturan keamanan yang ketat namun secara tidak sadar, bahaya besar mengintai. Beberapa VPN gratis membatasi jumlah data yang dlizinkan untuk akun gratis mereka. VPN ini akan merayu Anda, dimana jika Anda ingin mendapatkan layanan yang lebih baik maka harus rneningkatkan ke paket berbayar.

Ada juga jika layanan Internet Anda memiliki kecepatan tinggi, mereka memanfaatkan Internet Anda untuk komunikasi dengan pihak lain. Yang lebih parah, pihak ketiga akan menjual paket data yang Anda miliki.

Bencana dimulai saat Anda memasang VPN gratis. Ternyata dari 283 VPN gratis, 38% di antaranya menunjukkan terinfeksi mallware. Mallware yang ter-install ini memungkinkan mengkopi data-data rahasia yang tersimpan dalam perangkat smartphone. Bahkan mungkn mengirim ke tempat lain. Data-data tersebut akan dimanfaatkan pihak ketiga secara mudah. Hal ini sangat berbahaya jika Anda memiliki layanan perbankan online dan layanan fintech (financial technology). Dari data, terungkap pula, 72% dari VPN gratis, tertanami aplikasi pelacak pihak ketiga. VPN dapat melacak semua aktivitas daring Anda.

Karena itu, jangan sampai kerinduan dan keinginan menggunakan media sosial berujung duka hanya karena gegabah menggunakan teknologi VPN gratis. Jangan biarkan data pribadi dan privasi Anda hilang dalam sekejap.

ALBERTUS DWIYOGA WIDIANTORO, Dosen Sistem Informasi Unika Soegijapranata

► Tribun Jateng, 15 Juni 2019

Kategori: ,