Unika Soegijapranata Kembangkan Aplikasi Duta, Wakil Rektor 3: Mahasiswa Tak Kesulitan Bayar Kuliah
Kamis, 2 Mei 2019 | 14:36 WIB

image

Unika Soegijapranata kembangkan sejumlah aplikasi untuk menjaga iklim pendidikan di kampus tersebut baik.

Satu di antaranya aplikasi bantuan kepada mahasiswa agar tak kesulitan membayar kuliah, bernama Duta (Dukungan Kita).

Aplikasi Duta merupakan aplikasi yang memungkinkan mahasiswa tak mampu atau kesulitan berkuliah dapat membayar biaya kuliahnya.

Caranya, memanfaatkan donor dari pemberi dana.

Kristina Ananingsih, Wakil Rektor 3 Unika Soegijapranata menjelaskan ide aplikasi ini adalah rasa prihatin dengan biaya kuliah yang melambung tinggi.

Bagi sebagian orang di Indonesia, mengenyam bangku kuliah merupakan mimpi yang tak bisa menjadi kenyataan.

"Bahkan beberapa mahasiswa yang sudah kuliah harus mundur karena berbagai alasan, salah satunya tak bisa bayar kuliah," ungkapnya, Kamis (2/5/2019).

Aplikasi Duta, menurut Kristina ialah aplikasi berbasis web terbaru yang dikeluarkan kantor kemahasiswaan dan alumni Unika Soegijapranata.

"Tujuan dari aplikasi ini adalah menggalang dana secara digital untuk mahasiswa yang sulit bayar kuliah," paparnya.

Konsep awal aplikasi ini sudah dirintis sejak 2017. Tetapi, Kristina mengungkapkan fokus pengembangan baru dilakukan 6 bulan terakhir.

"Perintisnya adalah tim dari mahasiswa Teknik Informatika Unika Soegijapranata," kata dia.

Mengusung konsep membantu mahasiswa tetap bisa bayar kuliah, maka Unika Soegijapranata dalam mengembangkan aplikasi ini, bekerjasama dengan pihak pemberi dana. Baik itu perusahaan, pribadi, organisasi, hingga alumni Unika Soegijapranata dapat secara bebas berdonasi di situ.

"Ada puluhan perusahaan Jateng dan nasional yang kami gandeng. Lalu alumni juga banyak," imbuh dia.

Teknis aplikasi tersebut, adalah mahasisea yang kesulitan membayar kuliah dapat menulis data lengkap, jurusan kuliah, motivasi berkuliah dan kesulitan biaya seperti apa yang dialami.

"Misalnya orangtuanya mendadak meninggal, atau punya usaha tapi bangkrut sehingga tersendat bayar kuliah dan lain-lain," terang Kristina.

Cerita kesulitan pendanaan yang telah dituliskan, nantinya akan dibagikan di beranda aplikasi bersamaan dengan profil mahasiswa bersangkutan. Tim Unika kemudian memverifikasi data tersebut, benar atau tidak.

Sementara untuk pendonor dana, menurut Kristina bisa mengecek laman profil mahasiswa di beranda, sehingga bisa memutuskan mau membantu pembiayaan kuliah kepada siapa.

"Dana yang didonorkan terlebih dulu masuk di satu nomor rekening yakni rekening resmi Unika Soegijapranata sebelum dialihkan ke mereka yang berhak," ungkap Kristina.

Launching aplikasi Duta baru dilakukan Sabtu lalu. Ia berharap, lewat aplikasi Duta tak ada lagi mahasiswa yang kesulitan membayar kuliahnya.

"Saat ini masih sekitar berapa juta dana yang didapatkan dari pendonor," paparnya.

Rektor Unika Soegijapranata, Ridwan Sanjaya menambahkan nantinya aplikasi Duta juga diisi biodata mahasiswa termasuk apa saja yang dikerjakan selama berkuliah. Termasuk proyek di dalam maupun di luar kampus yang dikerjakan.

"Duta menggalang kolaborasi keterlibatan banyak pihak mendukung anak-anak muda Unika berprestasi, bisa bekerja sesuai keinginannya," terangnya.

Dengan itu, perusahaan juga dapat mengecek kemampuan akademis mahasiswa. Apabila sesuai dengan visi perusahaan, mahasiswa bersangkutan dapat dipanggil untuk bekerja di perusahaan tersebut.

"Jadi perusahaan dapat mengecek selama kuliah di Unika, pelamar punya kompetisi apa saja. Bisa terbaca di sana," ujar Ridwan.

TRB 3_05_2019 Unika Soegijapranata kembangkan aplikasi duta

http://jateng.tribunnews.com

Kategori: ,