Pembatasan Akses Media Sosial Diharapkan Tidak Berkepanjangan
Minggu, 26 Mei 2019 | 6:57 WIB

Pembatasan akses media sosial diharapkan tidak berkepanjangan. Seperti yang sudah disampaikan oleh pemerintah yaitu hanya sampai dengan 25 Mei. Apalagi menjelang Idul Fitri ini, akan banyak masyarakat yang menggunakan media sosial untuk mengirimkan salam melalui gambar dan video.

Rektor Unika Soegijapranata, Prof Dr F Ridwan Sanjaya MS IEC, mengatakan, blokir gambar dan video memang harus diakui agak menyulitkan komunikasi bagi pengguna Whatsapp, Facebook, dan Instagram. Namun di media sosial lainnya, blokir sepertinya tidak terlalu berpengaruh karena semua berfungsi normal.

Hanya saja, pengguna Whatsapp, Facebook, dan Instagram sampai saat ini terlihat masih bisa berkomunikasi melalui teks. Karenanya, bagi mereka yang tidak selalu menggunakan gambar dan video dalam komunikasi, mungkin tidak mengalami dampak yang berarti.

”Saya juga tidak terlalu merasakan dampaknya, karena memang jarang membuka gambar dan video dalam chat melalui Whatsapp. Hanya saja tampilan Facebook dan Instagram akan menjadi terasa kurang menarik tanpa tampilan gambar dan video,” ujar laki-laki yang akrab disapa Prof Sanjaya itu.

Pembatasan ini bisa dianggap positif jika tujuannya sesuai dengan yang disampaikan oleh pemerintah. Yaitu untuk mengurangi ketegangan dan mencegah dampak negatif bagi keamanan negara yang lebih luas akibat penyebaran gambar dan video hoax di media sosial.

Akses ke informasi publik sampai saat ini masih tetap dapat dilakukan melalui komunikasi via teks dan akses yang masih terbuka ke situs-situs berita di internet. ”Namun bisa dianggap negatif terutama bagi pengguna yang menggantungkan hidupnya melalui bisnis digital yang menggunakan ketiga media sosial tersebut. Menurut saya, semuanya saling terhubung dan tidak hanya dilihat satu sisi saja,” tambahnya.

Meskipun bisa menggunakan VPN, namun bahaya yang lebih besar siap menanti. Jika memanfaatkan VPN gratis yang tidak terjamin keamanannya dan bisa dimata-matai. Jadi, sebaiknya tidak menggunakan VPN gratis seperti yang disarankan banyak orang melalui media sosial.

https://www.suaramerdeka.com

Kategori: