Pelajar SMA se Jateng Ikuti Mathematic Logic Competition 2019
Rabu, 8 Mei 2019 | 9:16 WIB

Puluhan siswa SMA se-Jateng ikut berkompetisi dalam babak final ajang Mathematic Logic Competition 2019, yang digelar di laboratorium lantai 8 gedung Henricus Constance Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata, Bendan Dhuwur, Semarang, Selasa (7/5).

Duduk di depan komputer yang telah di sediakan, mereka tampak konsentrasi mengerjakan soal yang ada di layar monitor. Tercatat ada sebanyak 50 nomor tentang logika matematika, yang harus dikerjakan dalam waktu 45 menit. Untuk lebih menantang peserta, setiap soal yang dijawab dengan kurang tepat akan mengurangi poin peserta. Jadi peserta benar-benar ditantang untuk fokus dan jeli, memilih soal yang dikuasainya.

Salah satu peserta, Pikatan Arya Bramajati dari SMA Semesta Semarang, mengaku timnya hanya menyelesaikan 35 nomor soal dari seluruh soal yang ada. Dari 35 nomor soal itu, 32 jawaban di antaranya benar terjawab. "Kami tak tergesa-gesa. Setelah mendapatkan jawaban, kami periksa lagi soalnya," ungkapnya.

Menurutnya, timnya lebih ingin menjawab secara efisien daripada mengerjakan secara cepat. "Harus teliti. Terlebih kalau sudah menjawab soal dan klik soal selanjutnya, sudah tak bisa kembali ke soal tadi," ujar dia.

Maka, efisiensi betul-betul diaplikasikan oleh tim tersebut. Oleh karena itu, tim dari SMA Semesta Semarang itu mendapatkan juara 1 kompetisi logika matematika."Kami bangga dan bersyukur," ujar dia.

Marlon Leong, koordinator kompetisi logika matematika Unika Soegijapranata menuturkan, lomba tersebut setiap tahun digelar. Sasarannya, para siswa SMA se Jateng agar semakin memahami logika matematika. "Logika matematika tak jauh dari logika masyarakat dalam memecahkan permasalahan sehari-hari. Logika secara umum dan dasar," paparnya.

Peserta babak final kompetisi ini adalah 13 tim dan 33 individu dari SMA se Jateng. Sebelumnya, babak penyisihan dilakukan tanggal 1-28 April 2019. "Di babak penyisihan ada 300 tim dan individu yang ikut. Penyisihan dilakukan menggunakan aplikasi android," urai Leong.

Menurut dia, penjurian tak terbatas dari jumlah jawaban benar, tetapi juga kecepatan dalam menjawab. Tapi di kompetisi ini, tak disarankan untuk menjawab semua soal yang diberikan. "Penekanannya adalah menjawab soal yang benar-benar kamu yakin jawabannya itu. Kalau ragu, tinggalkan," pungkasnya.

https://www.wawasan.co

Kategori: