Pacu PKM Mahasiswa Dengan Pendampingan Dosen
Minggu, 12 Mei 2019 | 22:18 WIB

Sebagian peserta workshop berfoto bersama usia pelaksanaan acara

Program Kreativitas Mahasiswa atau lebih dikenal dengan istilah PKM, merupakan suatu program dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi yang bertujuan untuk memfasilitasi potensi mahasiswa untuk mengkaji, mengembangkan dan menerapkan keilmuan yang dipelajari selama kuliah untuk masyarakat luas.

Masih terkait dengan PKM tersebut, Unika Soegijapranata melalui bidang kemahasiswaan dalam tiga tahun terakhir telah mendorong dan memacu peningkatan kuantitas dan kualitas PKM nya hingga pada tahun 2018 lalu berhasil mengirimkan 65 proposal PKM ke Kemenristek Dikti, walaupun dari sisi jumlah yang lolos masih dibilang sedikit, namun hal tersebut tidak menyurutkan upaya peningkatan kualitas dan kuantitas PKM-nya.

Dan dalam rangka hal tersebut, pada Kamis (9/5) bertempat di ruang seminar LPPM Unika , gedung Mikael lantai 4, telah diselenggarakan workshop bagi sekitar 30 dosen pendamping PKM serta mengundang narasumber Eko Hari Parmadi, SSI MKom yang memberikan tips dan trik supaya proposal PKM yang diajukan dapat lolos di Kemenristek Dikti.

Dalam workshop tersebut juga dihadiri oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Unika Dr V Kristina Ananingsih, serta para dosen yang nantinya akan bertugas mendampingi para mahasiswa dalam proses pembuatan dan pengajuan proposal PKM.”Keterlibatan dosen dalam membimbing PKM lebih ditingkatkan sehingga nanti mahasiswanya akan menjadi semakin aktif. Disamping itu dalam PKM juga banyak sekali persyaratan yang harus diikuti, jadi harus disiapkan juga dari sisi pembimbing,” jelas Dr Kristina.

Sedangkan Eko Hari Parmadi sebagai narasumber, sewaktu dimintai keterangan terkait materi workshop mengungkapkan, “Para dosen harus memahami betul segala sesuatu yang diatur dalam panduan PKM, termasuk di dalamnya sistematika PKM, syarat-syarat administrasi, format, kemudian juga mampu mendorong mahasiswa menemukan ide-ide kreatif dan menuangkannya dalam proposal PKM, ” terangnya.

“Dosennya juga mendampingi dalam penyusunan proposal PKM, sampai proposal itu bisa diupload supaya untuk resiko salah administrasi itu cenderung kecil.”

Lebih lanjut Eko juga menambahkan bahwa bahwa pada umumnya dari sisi ide, PKM itu rata-rata banyak yang bagus, namun kekurangannya biasanya karena tidak ada tandatangan pembimbing, salah penomoran halaman, atau bisa juga tidak adanya surat keterangan dari mitra, tidak ada materai dsb. Sehingga dengan demikian hampir 50% atau lebih itu, kesalahan penyusunan proposal PKM itu pada kesalahan administrasinya.”Mengingat seleksi awal PKM itu dimulai dari seleksi administrasinya, maka ada baik jika proposal itu pengajuannya lolos seleksi administrasi dulu, baru setelah lolos dilanjutkan ke seleksi berikutnya,” harapnya.

“Terlepas dari itu semua, pada acara workshop kali ini saya apresiasi antusiasme 30 dosen dari berbagai disiplin ilmu yang hadir dan bersedia menjadi pembimbing PKM mahasiswa Unika, mengingat salah satu keuntungan dengan meningkatnya kualitas dan kuantitas PKM secara tidak langsung akan memberi dampak pada akreditasi perguruan tinggi juga peringkat kemahasiswaan di ristek dikti,” pungkasnya.(fas)

Kategori: ,