Mahasiswa Magister Manajemen Unika Lakukan Sosialisasi UMKM di Tambak Lorok
Selasa, 28 Mei 2019 | 13:43 WIB

Pendampingan operator website oleh mahasiswa MM

Sebagai bentuk kepedulian dan kelanjutan dari seminar yang diadakan oleh mahasiswa prodi Magister Manajemen (MM) Unika Soegijapranata beberapa waktu lalu, maka delapan mahasiswa yang terpilih dari peserta seminar Magister Manajemen tersebut telah merealisasikan program sosialisasi UMKM di daerah Tambak Lorok, yang dilakukan sebanyak dua kali, yaitu tanggal 28 April 2019 dan 12 Mei 2019.

Dalam pelaksanaan sosialisasinya tim mahasiswa prodi Magister Manajemen ini bekerja sama dengan Lembaga Pendamping Usaha Buruh Tani Nelayan Keuskupan Agung Semarang (LPUBTN KAS) .

“Sebelum sosialisasi kami sudah melakukan analisis masalah UMKM di sana. Setelah itu kami memberikan solusi kepada mereka. Kami juga memberikan website kepada para pengusaha UMKM untuk memperluas usahanya. Upaya ini juga untuk mendukung program pemerintah menjadikan Tambak Lorok menjadi Desa Wisata Bahari,” ungkap Liem Pamela Lukito selaku Ketua Softskill 2019.

Ada sekitar 16 UMKM yang ada di Kecamatan Tambak Lorok yang dibina dan mereka semua sangat antusias. Selain sosialisasi, mahasiswa MM juga mengadakan pelatihan pengelolaan website kepada anak muda yang ada di Tambak Lorok. Dengan harapan, anak muda bisa membantu pengelolaan UMKM melalui website.

Website ini didesain agar bisa diakses melalui gawai, karena setiap orang sekarang memiliki gawai. Bisa juga diakses melalui sosial media whatsapp. Selain anak mudanya yang kami latih, kami juga memberikan buku panduan. Buku panduan digunakan seandainya para pelaku UMKM lupa bagaimana langkah penggunaan website tersebut,” ucap Pamela.

“Untuk sementara program kami ini belum terintegrasi dengan program pemerintah. Namun kedepannya akan ada rencana bersinergi dengan pemerintah agar program ini terus bisa berjalan dan dikembangkan. Meskipun begitu, pemerintah melalui departemen terkait masih bisa memantau perkembangan UMKM melalui ketua paguyuban UMKM,” lanjut Pamela.

“Disamping itu nantinya diharapkan juga ada operator khusus yang mengelola website. Operator ini tugasnya adalah untuk melayani proses jual beli secara online. Dan operator ini nantinya juga diharapkan berasal dari kalangan pelaku UMKM sendiri agar lebih memahami hasil UMKM apa saja yang akan dijual.”

UMKM yang dibina ini menghasilkan berbagai macam produk bahari atau hasil laut. Beberapa hasilnya adalah terasi, kerajinan tangan dari kerang, bandeng asap, bahkan mengelola limbah laut seperti kaleng menjadi kerajinan agar laut juga tetap lestari.

“Harapannya dengan  program ini dalam diri para mahasiswa dapat tumbuh kepekaan dan kepedulian terharap masyarakat, serta menumbuhkan jiwa enterpreneur. Sedang bagi masyarakat kami berharap agar UMKMnya dapat berkembang dan masyarakatnya tidak cepat berpuas diri demi perekonomian yang lebih baik,” kata Pamela. (SIC)

Kategori: ,