LPPM Unika Kembali Hadirkan Dua Reviewer Untuk Kuati Penelitian dan Pengabdian
Jumat, 31 Mei 2019 | 10:30 WIB

Prof Dr Tri Winarni Agustini MSc sebagai narasumber workshop saat memaparkan meterinya

Gerak cepat yang perlu dilakukan dalam rangka memacu penelitian dan pengabdian di lingkungan kampus Unika Soegijapranata telah dilakukan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unika dengan menyelenggarakan Workshop Penyusunan Proposal Penelitian dan Pengabdian Hibah Ristek Dikti 2019, yang dilaksanakan pada hari Selasa (28/5) bertempat di ruang seminar LPPM gedung Mikael lantai 4 Unika.

Dalam penjelasannya, Dr Berta Bekti Retnawati selaku Kepala LPPM Unika mengungkapkan perlunya mendorong dan menguati penelitian dan pengabdian di Unika supaya semakin meningkat di masa mendatang, terlebih dengan kebijakan baru dari Ristek Dikti terkait output pengabdian.

“Kita masih memiliki tugas yang harus diselesaikan, salah satunya adalah dari sisi pengabdian yang masih sedikit jumlahnya walaupun di tahun ini mengalami kenaikan seratus persen. Dan untuk memacunya, LPPM Unika setiap tahun selalu mengundang reviewer untuk menguati dan mendorong agar jumlah pengabdian di Unika semakin meningkat,” ucap Dr Berta.

“Sebenarnya dari sisi animo pengabdian di LPPM Unika itu luar biasa. Setiap tahun LPPM Unika selalu mengundang para reviewer nasional secara bergantian sehingga dampaknya cukup berhasil dengan munculnya 20 proposal pengabdian walaupun dari sisi hasil baru bisa lolos dua saja. Namun harapannya hal tersebut tidak mengendurkan semangat tetapi justru menjadi lebih termotivasi supaya untuk berikutnya di masa mendatang bisa lebih banyak lagi,” lanjutnya.

“Sedang untuk penelitian di LPPM Unika, tahun lalu berjumlah 29 dan untuk tahun ini naik menjadi 36, sehingga jumlah total penelitian dan pengabdian di LPPM Unika berjumlah 38. Dengan demikian harapannya semangat untuk terlibat dalam penelitian dan pengabdian dari para dosen Unika yang berjumlah sekitar 270 orang dapat  semakin menyebar seperti virus sehingga akan semakin banyak pula potensi para dosen yang  mau melakukan penelitian,” harapnya.

Seluruh peserta workshop dan narasumber, berfoto bersama usai acara

Sedang narasumber yang diundang sebagai pemateri dalam acara workshop adalah para reviewer nasional pengabdian yaitu Prof  Dr Tri Winarni Agustini MSc dan Dr Ir Diah Permata Wijayanti MSc

“Saat ini dalam kegiatan pengabdian apapun harus berbasis pada outputnya, jadi hal tersebut dinilai termasuk dalam pengklusteran nanti. Sebaliknya dalam kegiatan penelitian target output sudah dilakukan cukup lama, sedangkan untuk pengabdian baru dilakukan dalam beberapa tahun belakangan ini, maka banyak para dosen yang melakukan pengabdian yang tidak terlalu memperhatikan atau menarget outputnya, sementara pengabdian adalah merupakan hilirisasi penelitian dan imbasnya harus ke masyarakat. Ini yang harus selalu kita sosialisasikan dan kemudian kita coba sampaikan yang sebenarnya seperti apa, yang bisa dijadikan sebagai output dalam pengabdian,” terang Prof Tri Winarni.

Sementara Dr Diah Permata lebih banyak memberi penekanan pada pemahaman hilirisasi penelitian yang dilakukan oleh para peneliti.

“Setiap peneliti diharapkan memahami betul apa yang akan diteliti, outputnya seperti apa dan nanti tingkat kesiapan dihilirisasikan itu seperti apa. Apalagi pemberian output itu ada skornya, itu yang kadang dilupakan oleh para peneliti. Misalnya yang wajib itu apa dan skornya berapa, tiap output itu ada tingkatannya dan apabila secara keseluruhan output tidak tercapai dalam rentang waktu penelitian itu bisa dianggap tidak terlalu berhasil,” tegas Dr Diah.

“Hal lain para peneliti diharapkan bisa menggunakan anggaran penelitian secara efisien dan sesuai dengan outputnya serta nanti bisa berguna untuk masyarakat,” tandasnya. (fas)

Kategori: ,