GeCo Fest Gelar Lomba Dengan Tema Mini Hackathon Coder
Minggu, 12 Mei 2019 | 23:02 WIB

Suasana lomba GeCo Fest yang diselenggarakan di Gramedia Amaris

Kegiatan GeCo Fest tahun ini sangatlah berbeda dari tahun-tahun sebelumnya dimana tahun ini Panitia GeCo Fest dari mahasiswa program studi Sistem Informasi bekerjasama dengan pihak Kodekiddo Semarang. KodeKiddo merupakan tempat belajar coding yang interaktif dan seru untuk anak-anak. Kodekiddo menawarkan kelas untuk kegiatan afterschool dan aktifitas untuk liburan sekolah di lokasi KodeKiddo atau di sekolah, dengan menggunakan teknologi dan metodologi yang dikembangkan khusus untuk anak.

Acara lomba ini dilaksanakan pada hari Sabtu (11/5) bertempat di Gramedia Amaris jalan Pemuda Semarang. Menurut Stephen J G mahasiswa progdi SI sebagai Korlap dan yang memimpin acara lomba game ini mengemukakan tema dan teknis lomba yang ramai dikunjungi dan diikuti oleh peserta.
“Tema perlombaan kali ini adalah Mini Hackathon Coder dimana ini seperti lomba jambore yang mengharuskan mereka menyelesaikan tantangan setiap posnya,” tuturnya.

“Lomba ini terdiri dari 3 tingkatan, tingkat yang pertama ada Primary untuk kelas 3 – 6 SD, yang berikutnya ada Intermediate untuk siswa SMP dan yang terakhir ada tingkat Advance dimana ini bisa diikuti oleh Umum dan Mahasiswa.”

“Perlombaan ini diawali dengan registrasi ulang, disini peserta sudah terbentuk satu tim berdua di masing-masing tingkat. Setelah peserta melakukan registrasi ulang, mereka akan mendapatkan goodiebags, nomor undian dan name tag. Setelah registrasi ulang, peserta bisa berfoto di stand photoboth yang telah disediakan oleh panitia dan langsung memasuki ruangan untuk memulai acara,” imbuhnya.

Lebih lanjut Stephen menguraikan acara yang dimulai pukul 08.00 pagi ini. Pada perlombaan kali ini setiap tingkatan memiliki 5 pos yang memiliki tingkatan yang berbeda dengan hanya diberikan waktu 15 menit untuk menyelesaikan challenge setiap pos. Dan setelah mereka menyelesaikan challenge tersebut mereka akan mendapatkan poin yang akan diakumulasikan di akhir acara. Pada tingkat Primary sendiri pada pos 1 peserta harus menyelesaikan sebuah tantangan kura-kura dan monyet yang memakan pisang dimana mereka harus menyelesaikan challenge yang berbeda. Ini seperti program Java namun dikemas secara animasi sehingga membuat mereka tidak kesusahan dalam menyelesaikannya. Pada pos 2 peserta diminta untuk membuat tulisan Kodekiddo dan Unika serta challenge yang kedua peserta diminta untuk membuat emoticon smile dengan menggunakan Microbit. Di pos ini peserta tidak menemukan kesulitan karena di pos ini mereka bisa menyelesaikan tantangan dengan sangat baik. Di pos 3 peserta diminta untuk menyelesaikan sebuah tantangan elang yang memakan ular. Dalam tantangan ini, ada beberapa peserta yang tidak bisa menyelesaikanya hingga overtime karena memang pada pos ini tantangan yang diberikan cukup sulit dan memakan waktu. Pada pos 4, peserta diminta untuk menjalankan sebuah robot dengan pola yang telah ditentukan panitia beberapa dari mereka bisa menyelesaikannya dengan baik. Dilanjutkan ke pos 5 , peserta mendapatkan waktu 45 menit untuk membuat Final Project mereka.

Pada sesi lomba berikutnya, Stephen kembali memaparkan proses lombanya. “Pada tingkat intermediate dan advance sendiri pada pos 1 peserta membuat suatu perintah yang tampil dari kode monkey dengan melewati 10 challange, setiap challange perintahnya beda-beda, dalam pos ini menggunakan website kodemonkey. Pada pos 2 peserta membuat button dengan perintah , button a ketika diklik -1, button b diklik +1, button a+b diklik angka direset menjadi 0, kemudian kode di output di Arduino, peserta menggunakan software microbit. Pada pos 3 peserta membuat 5 lampu dapat hidup secara bergantian dengan melooping kode sesuai arduino yang sudah dirangkai, menggunakan software Arduino. Pada pos 4, peserta harus membereskan bug yang ada pada sebuah blog, sehingga blog bisa dapat ditampilkan sesuai dengan sample yang telah diberikan, disini peserta menggunakan software notepad++, dan pada pos terakhir yaitu pos 5, peserta ditugaskan untuk membuat final project berupa website MIT sekreatif mungkin, sehingga peserta harus menuangkan semua ide yang ada di pikiran mereka dalam sebuah website yang bertemakan HUT Kota Semarang atau Hari Pendidikan Nasional.”

Setelah perlombaan selesai, para peserta diberikan waktu istirahat selama satu jam hingga sebelumnya pengumuman lomba. Di dalam kegiatan ini tidak hanya perlombaan ini saja, panitia juga menyediakan photobooth di depan pintu masuk agar peserta bisa mengikuti lomba tambahan yaitu instagram challenge. Dimana peserta mengambil foto mereka di area lomba lalu di posting di Instagram dengan mentag akun offical dari Kodekiddo Semarang dan akun dari HMPSSI Unika.

Kategori: ,