Dua Trophy Kejuaraan Berhasil Diraih Oleh Tim FTP Unika di Ajang Nasional NTFC
Selasa, 28 Mei 2019 | 14:20 WIB

Foto Tim Pemenang Lomba NFTC

Pada tanggal 17-18 Mei 2019 tim mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Unika Soegijapranata berhasil meraih double juara dalam kompetisi National Food Technology Competition (NFTC) 2019 yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS). Terdapat 2 jenis perlombaan yang diselenggarakan, yaitu lomba Poster Ilmiah dan Karya Tulis Ilmiah.

Dalam ajang NFTC 2019, FTP Unika Soegijapranata mengirimkan perwakilan 3 tim yang terdiri dari 1 tim (Agusriani, Elsa Christina, dan Cornelia Tiffany) untuk lomba Karya Tulis Ilmiah dan 2 tim untuk lomba Poster Ilmiah, yaitu tim 1 FTP angkatan 2015 (Agusriani, Elsa Christina, dan Cornelia Tiffany) dan tim 2 FTP angkatan 2016 (Monica Novelia, Vanessa Marlie, dan Margaretha Ananda). Pada hasil akhir perlombaan, tim Agusriani berhasil menyabet 2 Trophy sekaligus yaitu sebagai pemenang Juara II Lomba Poster Ilmiah dan Juara II Lomba Karya Tulis Ilmiah.

Sebuah prestasi yang membanggakan tim FTP Unika, ditengah para anggota tim yang saat ini sedang menyelesaikan Tugas Akhir Skripsinya. Tentunya tak lepas dari arahan dan bimbingan dosen Dra Laksmi Hartayanie MP.

Judul yang dipilih untuk lomba Poster adalah “DOTKU : Pemanfaatan Fermentasi Jus Buah Duwet (Syzigium cumini) untuk Meningatkan Flavor dan Antioksidan pada Yogurt Drink” sedangkan judul untuk lomba Karya Tulis Ilmiah yang dipilih adalah “Fermentasi Jus Buah Duwet dengan Bakteri dengan bakteri Lactobacillus pentosus LLA18 dalam Pembuatan Minuman Probiotik Non-Diary Tinggi Antioksidan. Judul yang dipilih merupakan pengembangan dari Skripsi yang sedang mereka kerjakan. Ibarat kata “sekali dayung dua tiga pulau terlampaui” begitulah tim ini menyelesaikan perlombaan dengan sangat baik.

Alasan pemilihan buah duwet yaitu untuk lebih mengenalkan duwet yang tinggi akan antioksidan yang selama ini keberadaannya tidak diperhatikan oleh masyarakat. Tingginya kadar antioksidan pada duwet, membuat duwet cocok jika diolah menjadi minuman probiotik. “Dengan dijadikan sebagai minuman probiotik, kadar antioksidan pada duwet akan meningkat selama proses fermentasi,” jelas Agusriani sebagai salah satu anggota Tim 1.

Selama persiapan lomba tentunya banyak tantangan dan hambatan. “Tantangannya adalah lawan lomba yang cukup berat, karena pesertanya merupakan mahasiswa dari Universitas ternama seperti UKWMS, Binus, Unpad, UGM, Undip, UnBraw, dan lain sebagainya. Serta waktu persiapan yang cukup singkat yaitu selama kurang lebih 1 bulan, untuk itu diperlukan strategi agar bisa menang dalam sebuah kompetisi, yaitu berlatih keras baik dalam segi teori, cara presentasi produk, serta cari tahu kekurangan dari penelitian yang dikerjakan,” imbuh Agusriani.

“Untuk kalian yang juga ingin mengikuti berbagai kompetisi dan menang, pastikan konsep sudah matang dan harus bisa menjelaskan konsep kita kepada orang lain, layaknya kita sebagai produsen, karena sebagus apapun produknya jika isi pesannya tidak dapat tersampaikan dengan baik, orang lain tidak akan memahaminya. Serta buat orang tersebut tertarik dengan apa yang kita buat,” tutupnya. (Tata)

Kategori: ,