CSE Unika Cetak Mahasiswa Mandiri Lewat Kewirausahaan
Kamis, 23 Mei 2019 | 8:24 WIB

image

Center for Student Entrepreneurship (CSE), pusat pengembangan kewirausahaan di Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang sukses menelurkan mahasiswa yang mandiri lewat wirausaha. Selain melakukan pendampingan bisnis, CSE juga mengadakan pertemuan seperti seminar, sekaligus untuk menumbuhkan motivasi dalam berwirausaha.

Kepala CSE Unika Soegijapranata Semarang Dr CH Yekti Prawihatmi MSi mengatakan, cara menggugah mahasiswa berwirausaha ialah menumbuhkan minatnya Kalau sudah ada minat, maka CSE akan mendampingi supaya mahasiswa berani mencoba berwirausaha. Selanjutnya, membuka workshop, melakukan ekspo kecil dan besar, serta memfasilitasi marketing maupun teknologinya.

"Sejauh ini, sudah ada 200 mahasiswa aktif yang melakukan wirausaha dengan pendampingan CSE. Kami lebih kepada mendorong semangat mahasiswa untuk berwirausaha," jelas Yekti disela-sela seminar kewirausahaan di gedung Thomas Aquinas, kampus Unika, Selasa (21/5).

Seminar menghadirkan CEO Sampah Muda, Reanes Putra Tito dan mahasiswa semester VIII Englishpreneurship, Noviana Purba Lestama. Dalam kesempatan itu, Noviana mengaku mulai berwirausaha sejak semester II, tepatnya tahun 2016. Usahanya ialah membuat keripik singkong dan jagung. Idenya berawal dari banyaknya petani yang menanam singkong maupun jagung. Dia berupaya memanfaatkan hasi panen, sekaligus menjadikannya produksi keripik singkong.

"Saat itu boleh dikatakan, saya dipaksa dosen untuk berwirausaha. Dengan modal Rp 50 ribu, saya coba pasarkan ke warung-warung, ternyata permintaan semakin banyak," tandas warga Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati.

Hingga kemudian, keripik dijualnya lewat media sosial seperti Instagram, Facebook, maupun website. Kini, ia mengaku mampu memproduksi seminggu 300 kilogram keripik singkong dan jagung. Untuk membantu usahanya, ia memiliki enam pekerja.

Di sisi lain, Reanes mengaku awalnya melakukan usaha pengepulan sampah secara konvensional pada 2013. Lalu, ia melihat ada tantangan apabila usaha dikonversikan menjadi lebih digital. "Cara kerja Sampah Muda ini dengan sistem booking, jadi pelanggan dapat menentukan kapan sampah di rumahnya dapat diambil. Tentu tanpa harus menunggu tukang sampah lewat terlebih dulu, cara booking lewat website di sampahmuda.com," ungkapnya.

Menurut dia, sampah merupakan masalah kompleks yang harus diselesaikan. Faktor penyebabnya sistem pengangkutan, salah satunya masyarakat sering mengeluh sampah didepan rumah menumpuk, tak kunjung diambil.

https://www.suaramerdeka.com

Kategori: