Workshop Pencahayaan dan Fotografi Jurnalistik
Senin, 1 April 2019 | 15:57 WIB

Soetomo saat menyampaikan materi mengenai fotografi jurnalistik

 

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mirror Unika Soegijapranata bekerjasama dengan Canon Semarang Photomarathon (CSPM) menggelar workshop fotografi yang rutin diselenggarakan setiap tahun, pada Sabtu (30/3) di Gedung Albertus lantai 3 Unika Soegijapranata dengan tema “pencahayaan dan jurnalistik”.

Hadir sebagai pembicara pada workshop kali ini ialah fotografer professional Semarang, yakni Soetomo selaku ketua CSPM 2019, dan Julius Wedar.

Sesi pertama disampaikan oleh Soetomo dengan materinya mengenai fotografi jurnalistik, yang memaparkan tentang peran fotografi jurnalistik dalam sebuah peristiwa. “Fotografi jurnalistik selain menjadi berita itu sendiri, dia juga mampu melengkapi sebuah peristiwa atau artikel. Batasannya fotografi jurnalistik ialah dimuat di media,” kata Sotomo. “Fotografi jurnalistik dapat berdiri sendiri, dan foto menjadi penting karena dia itu visual, jujur dan apa adanya,” tambahnya. Soetomo juga menyampaikan metode yang dapat diterapkan dalam fotografi jurnalistik yaitu EDFAT (Entire, Detail, Frame, Angle, Timing).

Sesi kedua disampaikan oleh Julius Wedar dengan mensosialisasikan mengenai lomba fotografi yang akan diselenggarakan pada tanggal 28 April 2019 di Auditorium UNDIP, Semarang. Sosialisasi ini disampaikan karena kegiatan ini juga merupakan bentuk roadshow yang dilakukan oleh CSPM, dan Julius berharap agar para peserta workshop dapat mengikuti lomba tersebut.

Dalam materi dan sosialisasinya, Julius juga menekankan perihal fotografi sebagai olah rasa. “fotografi itu adalah soal olah rasa, bukan semata-mata untuk melampiaskan emosional,” ungkap Julius.

Savira Andriani selaku ketua panitia workshop menyampaikan mengenai alasan penggunaan tema pencahayaan dan jurnalistik pada workshop kali ini.

“Kita mengambil tema ini karena pada era sekarang fotografi jurnalistik telah banyak ditemukan juga di media sosial, sedangkan tema pencahayaan diambil karena UKM Mirror sendiri telah dikenal dan dipercaya dalam teknik pencahayaannya,” kata mahasiswi yang akrab dipanggil vira ini.

P Donny Danardono SH MagHum selaku dosen pendamping UKM Mirror berharap agar melalui kegiatan ini, para peserta mampu belajar cara memotret yang benar dan memuat sebuah cerita dalam setiap potretnya.

“Yang penting di sini ialah kita tidak hanya sekedar memotret dan memasangnya di media sosial, tetapi juga memotret secara benar dan ada ceritanya. Berusahalah untuk memotret seperti para fotografer professional,” terangnya.

 Workshop fotografi yang dihadiri oleh sekitar 130 peserta ini tidak hanya berasal dari kalangan mahasiswa saja, melainkan juga dari kalangan pelajar. Para peserta terlibat aktif dalam workshop kali ini, terlebih saat pembicara memberikan kuis berhadiah yang memicu antusias dari para peserta. Setelah pemaparan materi selesai, para peserta workshop segera memulai praktik fotografi dengan teknik pencahayaan. (CBL)

Kategori: ,