Tentukan Target Sampai Tujuan Tercapai
Selasa, 23 April 2019 | 19:12 WIB

Bukan suatu hal yang mudah bagi Lani untuk dapat lulus tepat waktu di periode April 2019 ini. Memiliki nama lengkap Tjan, Cecilia Meilani Anggun Karnadi anak dari Bapak Andreas Handoyo berhasil mencatatkan namanya menjadi lulusan terbaik dari Fakultas Teknologi Pertanian. Luar biasa pencapaiannya hingga mendapatkan IPK kelulusan sebesar 3,92. Sudah menjadi target bagi Lani untuk bisa lulus tepat waktu, dengan berbagai strategi telah disiapkan. Memiliki motto yang sederhana ”Be The Best of Yourself” sehingga yakin pada pendiriannya. Masuk menjadi mahasiswa Unika Soegijapranata tahun 2015 dengan jurusan Nutrisi dan Teknologi Kuliner adalah pilihannya.

Lani menceritakan awal berkuliah di FTP begitu sangat sulit karena di semester satu mempelajari mata kuliah seperti pelajaran SMA yang sudah terlampau lupa. Terkadang perlu belajar sampai lembur karena materi yang diberikan sangat banyak. Bagi Lani sendiri tidak peduli harus begadang atau tidak tidur sama sekali agar mendapatkan nilai yang bagus saat ujian nanti. Fungsi nilai bagus ini menjadi pegangan Lani agar terus mendapat full 24 sks. Terbukti hingga sampai semester tujuh, Lani membuktikan hal tersebut dari semester tiga dia mampu mendapatkan sks yang full. Sehingga di semester empat dan lima beban sks terasa lebih ringan karena sudah banyak diambil saat semester awal kemarin. Keuntungan lainnya yaitu saat FTP mengadakan semester pendek dan mata kuliah wajib seperti kewarganegaraan, agama dapat diambil sehingga saat semester reguler nanti beban sks terkurangi.

Memasuki semester lima tinggal 2-3 mata kuliah lagi sehingga Lani lanjut fokus mengambil skripsi. Mulai mencoba membuat proposal dan dirasa ternyata cukup sulit dikarenakan baru mengambil mata kuliah Metodologi Ilmiah dan belum mengetahui topik yang akan diambil untuk skripsi nanti. “Adapun yang membuat dilema itu karena NTK-kan topiknya beda dari Teknologi Pangan dimana NTK lebih tentang gizi atau survey makanan. Sedangkan di kelas itu basic pelajarannya tidak terlalu detail tentang gizi, sudah sampai mengajukan empat topik tapi ditolak karena terlalu condong ke arah Teknologi Pangan,” seru Lani.

“Akhirnya aku dapat satu topik karena baca jurnal dan menemukan di internet seperti berita tentang teknologi masak. Berita ini dari seorang chef internasional namun baru berupa opini belum ada penelitian yang dilakukan. Jadi aku penasaran agar opini dari chef ini bisa terbukti dan pembaca bisa semakin paham. Dari situ aku mulai mengajukan topik ini dan akhirnya disetujui dosen pembimbing,” jawab Lani senang.

Perjuangan Lani semakin bertambah karena beban semester lima bersamaan dengan Kerja Praktek (periode Januari – Februari). Kemudahan untuk melewati masa kerja praktek yaitu karena Lani sudah mengambil mata kuliah yang pas untuk menjadi laporan kerja praktek. Memasuki masa-masa skripsi hingga akhirnya masuk ke laboratorium untuk melakukan banyak uji, Lani tidak luput dari banyaknya hambatan. Pertama, di angkatan 2015 Lani adalah yang pertama menggunakan Lab. Kimia sehingga tidak ada teman yang bisa ditanyakan. Untuk laboran sendiri juga tidak melulu harus menjawab kebingungan Lani selama nge-lab. Hal ini yang membuat Lani harus bertanya kepada kakak kelas yang juga skripsi di lab tersebut. Kedua, di laboratorium ini tidak ada sistemnya jadi untuk memakai alat ini tidak ada urutannya siapa yang hendak memakai hari ini atau setelah ini. Jadi, Lani harus mengalah karena tidak mungkin mendahului kakak kelas yang lebih dulu di lab. Terakhir, hambatan yang cukup berat yaitu banyaknya uji dan perlakuan dalam metode membuat Lani melakukan di-lab sampai larut malam. Disamping itu, Lani menjadi APL (Asisten Pembimbing Lapangan) untuk mahasiswa yang mengikuti Kerja Kuliah Usaha. “Bingung bagi waktu saat ngelab tiba-tiba ada panggilan karena problem di wilayah KKU-ku sehingga aku harus segera kesana tapi juga gak bisa ninggalin nge-lab ku. Jadi berusaha bagi waktu agar semua juga terkendali. Jadi capek fisik. Untung ada temen bantu dan selesai di bulan Desember. Harusnya Oktober selesai cuman alat uji protein rusak jadi mundur 2 bulan. Sehingga tidak bisa lanjut kalau tidak ada uji protein itu,” tambah Lani.

Berkuliah di Unika sangat menyenangkan begitu pula di FTP dengan dosen-dosen yang baik. Pelajarannya yang menyenangkan, semua staf dan laboran yang mau membantu mengajarkan bila kita kurang paham saat di lab. “Untuk semua yang masih berjuang di kampus tetap semangat dalam menjalani perkuliahannya, kalau di awal emang gampang banget bikin drop. Dari situ aku pernah merasakan dengan banyaknya beban sks dan aktif di kampus. Jangan takut, cukup perlu mengatur waktu dan prioritaskan mana yang menurutmu penting apa itu nilai atau organisasi. Kalau kamu sudah mengetahui mana prioritasmu, kamu akan tahu tujuanmu kemana,” tegas Lani dengan semangat. (lid)

Kategori: ,