LPPM Kumpulkan Pengelola Jurnal Ilmiah di Unika
Senin, 22 April 2019 | 8:26 WIB

Pemotongan tumpeng secara simbolis oleh Kepala LPPM Unika Dr Berta dan diserahkan kepada Prof LMF Purwanto

 

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unika Soegijapranata dengan 6 (enam) area utama yang mendapat perhatian dalam rencana pengembangan LPPM Unika Soegijapranata yaitu infrastruktur, ketahanan pangan, kemiskinan, pengembangan ekonomi kreatif, kelestarian lingkungan, dan pendidikan. Baru Рbaru ini,  pada hari Selasa (16/4) bertempat di ruang Hijau gedung Mikael lantai 3, telah mengadakan penyegaran dan sharing pengelolaan jurnal yang dimiliki oleh Unika Soegijapranata yang hingga sekarang sudah berjumlah kurang lebih 18 jurnal ilmiah, dua diantaranya adalah jurnal Praxis dan Patria.

Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut adalah salah satu dosen Unika sekaligus pengelola jurnal ilmiah CELT yang sudah masuk dalam peringkat dua dalam akreditasi jurnal ilmiah Kemenristek Dikti, Dr Ekawati Marhaenny Dukut MHum, serta hadir pula Kepala LPPM Unika Soegijapranata Dr Berta Bekti Retnawati dan peserta lainnya dari lingkungan Unika Soegijapranata.

Dalam penjelasannya, Kepala LPPM Unika Dr Berta menyampaikan pesannya terkait kegiatan yang sedang dilaksanakan.

“Kita bersyukur bahwa dua jurnal kita yaitu jurnal penelitian Praxis telah terbit untuk kedua kalinya dan jurnal pengabdian Patria telah terbit untuk pertama kalinya atau edisi perdana. Saya pikir ini adalah kesempatan yang baik pula untuk bersyukur karena apa yang kita harapkan dapat terlaksana,” ucap Dr Berta.

“Tentunya meskipun ada kekurangan, harapannya bisa menjadi langkah awal untuk pengembangan di masa mendatang. Hal lain, ¬†jurnal sekarang menjadi penting karena bisa menjadi wadah publikasi bagi civitas akademika dan pihak eksternal Unika.”

“Karya para civitas akademika terkait tri dharma perguruan tinggi dalam bidang penelitian, pengabdian dan pengajaran, melalui jurnal dapat didesiminasikan atau disharingkan kepada khalayak pembaca. Dan jurnal ilmiah diharapkan dapat semakin berkualitas dengan hasil akreditasi yang lebih baik, serta dapat masuk dalam SINTA. Semua itu perlu proses, sehingga akhirnya jurnal ilmiah yang dikelola oleh LPPM Unika dapat juga bermanfaat tidak hanya untuk internal Unika tetapi juga dikenal dan dipercaya atau dirujuk oleh pihak eksternal Unika,” imbuhnya.

Adapun Dr Eka sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut lebih banyak menekankan pada sisi teknis pengelolaan jurnal ilmiah supaya dapat terakreditasi lebih baik.

“Sekarang ada kecenderungan ristek dikti mengumpulkan para pengelola jurnal terutama yang sudah menjadi anggota para pengelola jurnal seIndonesia, minimal setahun sekali untuk berkumpul dan koordinatornya memberikan rambu-rambu dan informasi untuk dishare supaya dapat diketahui oleh orang banyak,” terang Dr Eka.

“Dengan demikian para pengelola dapat mengetahui informasi terbaru perihal tata kelola jurnal supaya dapat terakreditasi lebih baik atau masuk peringkat yang lebih baik dari yang sebelumnya,” sambungnya.

Lebih lanjut Dr Eka juga memberikan resep supaya jurnal ilmiah dapat terakreditasi dan masuk peringkat satu atau dua.

“Kami berencana membuat kelompok pengelola jurnal. Dan berdasarkan pengalaman kami dalam mengelola jurnal baik jurnal CELT ( dari FBS Unika) maupun jurnal TESA (dari Arsitektur FAD Unika), kami berharap jurnal-jurnal lainnya juga dapat terakreditasi dan masuk minimal peringkat dua atau SINTA 2,” jelasnya.

“Score Nilai untuk peringkat 2 atau Sinta 2 adalah antara 70 – 84, sedang untuk peringkat 1 atau Sinta 1 adalah 85 – 100. Selain itu untuk artikel dari internal Unika juga diupayakan setinggi-tingginya 20%, sisanya dari luar Unika. Konsekunsinya ya tentu kita harus gencar mempromosikan jurnal kita supaya jurnal kita dianggap layak oleh teman-teman dari universitas lain, dan sebaliknya kita juga mengisi di jurnal mereka. Hal ini lah yang sedang diberdayakan oleh ristek dikti dengan memanggil kami setahun sekali sehingga bisa saling mengenal dan memperluas jaringan atau networking,” pungkasnya. (fas)

Kategori: ,