LKTD FHK 2019: Menjadi Pemimpin yang Berdayaguna Untuk FHK dan Bangsa
Senin, 8 April 2019 | 9:25 WIB

Salah satu sesi acara LKTD 2019 FHK Unika Soegijapranata

“Seorang pemimpin adalah pemberi harapan”, satu kutipan sederhana namun bermakna dari Napoleon Bonaparte. Mungkin itu juga yang menjadi harapan panitia LKTD FHK 2019 kepada para pesertanya.

“Saya ingin dengan adanya LKTD 2019 di Yon Arhanudse pada tanggal 1-5 April 2019 ini peserta menjadi lebih tahan banting dan disiplin. Kedepannya saya dan teman-teman panitia juga ingin dengan adanya LKTD 2019 menjadi jalan terbuka bagi teman-teman peserta agar lebih memiliki sifat partisipatif,” kata Varel selaku Ketua Panitia LKTD FHK 2019.

Pagi itu suara klakson memekikkan bunyi memasuki Unika, menandakan kendaraan hijau yang akan membawa para peserta LKTD FHK sudah siap. Sementara itu para peserta sudah berbaris rapi bersama teman kelompok dan panitia di Lapangan Albertus.

Masing-masing sudah siap dengan perbekalannya di dalam tas, untuk amunisi 3 hari 2 malam katanya. Box dengan ukuran 120 x 120 di angkat dari balik tangga menuju hadapan peserta.  Tersisa kurang dari 15 menit untuk bercengkrama dengan orang di luar sana. Pesan dikirim kepada keluarga, kerabat, dan sahabat. Menandai perpisahan sementara dengan mereka.

Perlahan tapi pasti, langkah kaki terkawal menuju truk khas berwarna hijau. Yang laki- laki melangkah masuk kedalamnya dulu, untuk menyambut dan membantu perempuan dengan tangannya. Penuh dan sesak situasi di dalamnya. Suara klakson terakhir penanda semuanya siap pergi mengikuti LKTD 2019.

Kurang dari 15 menit, teriakan seakan menjadi sambutan yang menggetarkan. Menginjakkan kaki di tanah tempat orang mengabdi. Jarum jam menunjuk angka 10.00 WIB. Mentari tak muncul, titik air menggantikannya. Menghantar langkah mereka menuju ruang terbuka. Tempat mereka berdinamika tiga hari bersama.

“SIAP FHK!” Sesi di mulai, kata pak tentara mereka harus meneriakkan kata itu setiap melakukan hal untuk menunjukkan rasa bangga. Sementara itu mereka harus berjalan beriringan dan menyanyikan lagu nasional. Langkah mereka mengantarkan pada ruangan dengan kapasitas besar. Dilengkapi dengan meja, laptop, dan orang di ujung sana. Siap menyambut peserta.

Mereka harus mengikuti beberapa sesi mengenai kepemimpinan, ya kembali lagi LKTD diadakan untuk membentuk kepribadian dan jiwa kepemimpinan. Diam duduk dan mendengarkan, mungkin membosankan namun mereka tidak sadar bahwa apa yang mereka dengarkan saat ini, bisa jadi bekal masa depan.

Tidak sekedar mendengarkan saja, mereka juga butuh makan. Tapi syaratnya harus baris dulu di depan, tanpa suara, dan mengecek teman-teman satu kelompok ada yang kurang atau masihkah lengkap? Menuju barak makan pun mereka harus tetap berbaris rapi sambil menyanyikan lagu nasional.

Makan harus bersama, tidak lupa berdoa dahulu, sebelum makan mereka harus tetap memekikkan “SIAP FHK” agar tidak lupa pada rasa bangganya. Makan 3 menit kata pak tentara biar bisa menghargai waktu. Makan tidak boleh bersisa kata pak tentara biar menghargai para petani dan mereka yang belum tentu bisa makan enak. Tak lupa bersyukur setelah itu karena masih bisa makan enak bersama-sama.

Ehh belum selesai, mereka harus mencuci sendiri tempat makannya. Kata pak tentara itu sebagai rasa tanggung jawab dengan apa yang mereka miliki. Tanggung jawab pada diri sendiri jadi bekal tanggung jawab pada orang lain.

Tidak hanya sesi saja, mereka juga dibekali dinamika bersama kelompok. Biar saling memahami berbagai macam teman yang ada di sekitarnya. Menumbuhkan rasa kerjasama dan kepekaan, dasar jadi pemimpin yang memahami dan mengayomi.

Tidak kurang dari 60 jam  terlalui. Bersama dan bersatu. Mengemban misi untuk FHK- ku. Klakson khas truk bercorak hijau-hitam siap melesat. Menghantar kami menuju titik awal. Titik awal dimana mereka harus mengembangkan jiwa kepemimpinannya untuk FHK dan bangsa.

Genap sudah perjalanan ditempuh para peserta LKTD FHK 2019 gelombang pertama tanggal 1-3 April 2019. Kepemimpinan yang jadi tujuan setelah tempaan menerpa jiwa raga. Rasa memiliki FHK, terlibat dan berperan aktif, menjadi misi yang diemban. Setelah tempaan yang diterima. Senang , sedih dan haru. Cerminan kehidupan dunia sesungguhnya. Giliran peserta LKTD FHK 2019 gelombang kedua tanggal 3-5 April 2019 berangkat untuk mengemban misi yang sama.

Menjadi pemimpin bukan sekedar menjadi yang dihormati.

Ilmu kepemimpinan bukan sekedar bekal makan siang.

Menjadi pemimpin yang berilmu yang di perlukan.

Menjadikan tujuan dan harapan terus berkembang.

Bukan satu waktu apa lagi sesaat.

Tapi bertahap agar menjadi bermanfaat.

Terbiasa menerima terpaan.

Membuat kita mampu bertahan.

Mewujudkan dalam kehidupan.

“Meskipun aku nggak bisa makan tenang karena dibatasi waktu, aku nggak bisa mandi tenang karena nggak bisa keramas dan sisiran tapi aku senang. LKTD bisa jadi bekal kepemimpinan untuk aku nantinya,” kata Nathan salah seorang peserta LKTD FHK 2019. (lia/SIC)

Kategori: , ,