Kuliah Sesuai Dengan Passion
Selasa, 23 April 2019 | 9:46 WIB

Berawal dari kebingungan terhadap pemilihan Jurusan kuliah di Unika dan kecintaannya terhadap seni rupa atau gambar  telah mengantarkan  Yogie Pratama Parlindungan sebagai salah satu lulusan terbaik periode I tahun 2019 Unika Soegijapranata dengan IPK 3,28. Pria yang akrab dipanggil Yogi dan alumnus SMAN 8 Semarang ini adalah wisudawan terbaik dari  Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Fakultas Arsitektur dan Desain Unika Soegijapranata.

Tiga bulan berkecimpung dengan praktek kerja perkantoran  alias magang di Jakarta, memantapkan Yogi untuk meneliti dan menulis tugas akhir tentang Perancangan Komunikasi Visual Untuk Mencegah Duduk Lama Bagi Pekerja Kantor di Semarang.

“Komunikasi Visual itu sendiri adalah sebuah rangkaian proses penyampaian informasi atau pesan kepada pihak lain dengan penggunaan media penggambaran yang hanya terbaca oleh indra penglihatan. Jadi, dengan berangkat dari fenomena penelitian sebelumnya dan sampai sekarang masih tetap jadi bahan yang menarik namun jarang diteliti, merupakan penghargaan yang lebih untuk mereka yang sudah meneliti terlebih dahulu” jelas Yogi secara mendetail.

“Komunikasi visual ini menggunakan bahasa tubuh atau bahasa non verbal. Dan, kebanyakan komunikasi visual ini kerap kali digunakan oleh para designer grafis dalam menyampaikan pesan melalui ilustrasi yang mereka buat untuk memberikan pesan kepada orang yang melihat” tambahnya lagi.

Yogi menyematkan bahwa orang hidup lebih banyak bekerja sampai pensiun ketimbang sekolahnya, sama  halnya seperti para pekerja di kantor yang dominan kerja dengan duduk di depan komputer  saja sampai masanya telah selesai  atau sampai dimana mereka ingin keluar.  Komunikasi visual yang adalah proses penyampaian informasi atau pesan menggunakan media gambar yang hanya terbaca oleh indra pengelihatan itu hanya mampu menciptakan dan merancang satu atau dua produk yang jadi fokus utama.  Dan Yogi mengambil  kasus duduk lama melalui  metode komunikasi visual untuk bahan praktek yang akan ia teliti.

“Masalah duduk lama dapat menyebabkan penyakit dengan kemungkinan terburuk. Dan saya mau membantu para pekerja kantor di semarang. Salah satu cara untuk  menghindari duduk lama ialah berdiri dengan durasi yang memungkinkan untuk merelaksasikan tubuh para pekerja misalnya jalan kecil ke luar atau ke toilet” jelas Yogi.

“Tujuan saya meneliti ini untuk mengingatkan mereka (Para Pekerja) melalui desain komunikasi visual berupa gambar  untuk tidak duduk terlalu lama, dengan lokasi penelitian dilakukan di enam kantor responden” ucapnya lagi.

Ditanya mengenai mata kuliah yang paling sulit Yogi mengatakan semua mata Kuliah punya  kesulitan masing-masing. Bertahan karena pilihan, suka atau tidak suka harus tetap dijalani. Secara rinci Yogi mengungkapkan bahwa mata kuliah  yang paling rumit yaitu  Nirmana. Menurut Yogi, nirmana  adalah Imajinasi yang abstrak tapi teratur, karena nirmana ialah dasar dari penciptaan sebuah desain.

Yogi yang adalah penggemar game bola ini menceritakan untuk  kelanjutan karir kedepan ialah mencari pekerjaan dan kerja. Diumumkan menjadi salah satu wisudawan terbaik Yogi mengaku kaget dan ini sungguh diluar dugaannya. Lebih jauh tentang ruang lingkup universitas, Yogi mengatakan semua Dosen dari jurusan  DKV memiliki ciri khas masing-masing. Walaupun  ada beberapa dosen tertentu yang  susah untuk ikuti. Namun sejauh ini semuanya membantu dan Yogi sangat berterimakasih atas segala hal yang sudah diterimanya.

“Harapan awalnya tidak ada, karena penelitian ini hanya bersifat sebagai  tugas akhir, tapi semakin dijalani, semakin saya serius dan mengerjakannya dengan sungguh-sungguh, walaupun dengan responden yang menganggapnya  biasa saja. Namun, penelitian ini diharapkan bisa jadi literasi baru di Unika khususnya di prodi DKV. Mengingat di prodi DKV belum ada yang membahas lagi kasus tentang duduk lama. Dan juga menambah kalibrasi untuk prodi DKV dan Unika serta adik tingkat,” ucapnya.

Yogi yang menyukai tentang branding atau pembuatan logo ini mengatakan harapannya untuk para pekerja di kantor agar  lebih peka terhadap kesehatan. Dengan melakukan gerakan kecil tiap 1 jam sekali  untuk menghindari adanya gangguan kesehatan dan tetap menjaga kesehatannya, agar tercapai pencapaian kerja yang lebih baik.

“Masalah masa depan pasti sudah diatur, dan saya merasa beruntung karena di era digital ini memungkinan kesukaan saya terhadap desain visual itu menjadi jasa dan produk yang paling dicari,” tutupnya. (celiz)

Kategori: ,