Kemudahan Mengakses di Unika Job Fair
Sabtu, 13 April 2019 | 13:05 WIB

Prof Dr F Ridwan Sanjaya MS IEC selaku Rektor unika Soegijapranata saat membuka secara simbolis kegiatan Jobfair ke-29

 

Universitas Katolik Soegijapranata Semarang menggelar kembali kegiatan job fair untuk yang ke-29 kalinya. Unika Job Fair dilaksanakan pada Kamis-Jumat (11-12/4) bertempat di Auditorium Gedung Albertus kampus Unika. Target awal perusahaan yang diikutkan dalam job fair ini adalah 30 perusahaan. Kenyataannya untuk dua hari ini terdapat 37 perusahaan yang mengikuti kegiatan job fair.

Untuk memulai kegiatan job fair ini dilaksanakan pembukaan terlebih dahulu yang dihadiri oleh perwakilan setiap perusahaan, Rektor Unika Soegijapranata, Wakil Rektor III dan SSCC selaku penyelenggaran kegiatan ini. Secara langsung pembukaan dilaksanakan secara simbolis dengan pemukulan gong oleh Rektor Unika Soegijapranata Prof Dr F Ridwan Sanjaya MS IEC.

Dalam sambutannya, Prof Ridwan selaku Rektor Unika Soegijapranata mengemukakan perihal kemudahan dan keuntungan dalam job fair ke-29 ini.

“Beberapa waktu lalu kita sempat membuat aplikasi Unika Job Fair yang saat ini juga digunakan. Itu dalam rangka untuk mempermudah dalam mengakses informasi. Dikarenakan kita lebih dekat dengan gawai sehingga hal ini berikan sesuai dengan kebutuhannya. Lulusan tidak perlu lagi membawa berkas untuk memenuhi persyaratan perusahaan, sehingga di Unika job fair ke-29 ini kami menambahkan satu fitur lagi dengan pelamar yang memiliki dokumen dalam bentuk softcopy  bisa mereka kirimkan google drive masing-masing. Sehingga perusahaan akan lebih mudah mengeceknya, namun ini masa transisi belum tentu semua pelamar mempersiapkan hal tersebut tetapi paling tidak kami telah bisa menjawab hambatan tersebut,” jelas Prof Ridwan.

Di kota Semarang, Unika merupakan perguruan tinggi yang pertama melaksanakan kegiatan job fair hingga sampai saat ini menjadi job fair yang ke-29. Mengandalkan soal yang pertama dipastikan tidak akan cukup. Perusahaan pasti mencari talenta yang terbaik terutama kebutuhan utama alumni adalah mencari perusahaan-perusahaan tempat bekerja nantinya. Unika setiap periode wisuda mampu meluluskan hingga 500 mahasiswa. Hal itu terlihat hanya 40% yang datang ke job fair, sisanya adalah mereka diluar alumni Unika. Melihat kemudahan mengakses job fair ini, Unika sendiri selama ini telah mengeluarkan 28 digitalisasi untuk akademik, administrasi termasuk dosen dan mahasiswa.

“Aplikasi yang sering dipakai yaitu Vanika (Virtual Assistant Unika), aplikasi ini dapat memberikan informasi baik akademik, informasi lowongan kerja dan track record mahasiswa selama di kampus. Adapun aplikasi lain yaitu Dimas (Dashboard Informasi Mahasiswa), Dimas ini memungkinkan mahasiswa kalau selama di kelas presensi tidak perlu tanda tangan hanya perlu scan.  Begitu pula mendapatkan infomasi di Unika dan prediksi kapan lulus. Sehingga hal ini juga dapat mempermudah perusahaan untuk melihat talenta dari calon pelamar,” tambah Prof Ridwan.

Target dari Unika job fair dalam mendapatkan jumlah perusahaan telah melebihi target dan dipastikan kegiatan ini akan terus ada. Untuk job fair selanjutnya yaitu yang ke-30 direncanakan akan dilaksanakan pada bulan November 2019. Dalam sambutannya Ketua SSCC yang sekaligus penyelenggara kegiatan job fair ini, Yuliana Sri Wulandari SE  juga menambahkan dalam sambutannya mengenai harapan kedepannya dari kegiatan ini.

“Di Unika Job Fair ke-29, harapan kami perusahaan mitra itu bisa merekrut mahasiswa alumni Unika sebaik-baiknya dan sebanyak-banyaknya karena itu kewajiban dari Universitas untuk menyalurkan para lulusan salah satunya dengan penyelenggaraan job fair seperti ini. Kemudian bagi masyarakat yang masih bingung dengan pekerjaan yang lama ataupun belum memiliki pekerjaan silahkan datang. Ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap sekitar dan menjadi program utama dari Unika. Kedepannya kami menampilkan berbagai peningkatan IT sehingga apa yang diharapkan perusahaan dapat terpenuhi. Dari pelamar sendiri bisa mobiling dengan lebih cepat tidak perlu membawa berkas lamaran yang banyak dan cukup merepotkan. Melalui gawai saja dapat diunggah ke masing-masing perusahaan,” tandasnya. (lid)

Kategori: ,