Jangan Takut Mencoba, Ambilah Kesempatan Selagi Ada Karena Hal Tak Terduga Selalu Tercipta
Minggu, 14 April 2019 | 13:33 WIB

Daniel Holy Megasurya, sosok lelaki yang memulai langkah pendewasaan diri sejak masuk di Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Hukum dan Komunikasi Unika Soegijapranata, yang menjadi lahan untuk menanam apa yang Ia dapatkan di masa perjuangannya di perguruan tinggi. Ilmu pengetahuan, ilmu sosial, ilmu kehidupan, kebahagiaan hingga pencapaian yang akan ditanamnya.
Perjalanan Ia lalui, layaknya mahasiswa pada umumya. Bangun pagi , masuk kelas, presentasi, pulang sore selalu menjadi rutinitas yang dilalui bahkan sampai akhir masa skripsinya.
Kehidupan mahasiswa Ilmu Komunikasi menjadi hal menarik bagi dirinya. Bertemu dengan orang banyak, berkomunikasi, bertukar informasi hingga mempublikasikan informasi sebagai bentuk karya yang bisa Ia ciptakan sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi.
Perjalanan menjadi mahasiswa Ilmu Komunikasi selalu dinikmatinya. Menciptakan suatu moment yang melelahkan menjadi moment yang tak terlupakan.
Bergabung dalam redaksi Suara Merdeka menjadi hal tak terlupakan baginya. Maksud hati hanya melakukan penelitian, tapi keberuntungan datang menghadang. Mengikuti rapat redaksi, mengikuti alur pembuatan suatu berita, mengikuti proses pencarian data yang aktual yang melelahkan. Waktu 12 jam hanya Ia habiskan untuk mengikuti menciptakan suatu berita.
“ya cape lah, tapi itu bukan duka, melainkan sesuatu hal yang sangat berharga , dengan mengikuti rangkaian proses suatu berita nyatanya tidak semudah mereka yang menikmati berita, butuh perjuangan , dari situlah aku tahu bagaimana kerasnya dunia ayahku bekerja hanya untuk menghidupi keluarga kami,” ungkap Holy ketika ditanya mengenai apa yang dirasakannya ketika harus mengikuti serangkaian prosesi pembuatan berita.
Hal yang tak pernah dibayangkannya menjadi hal menarik yang ingin Ia capai. “Proses Redaksi Harian Suara Merdeka Dalam Menetapkan Artikel Wacana Yang Layak Muat,” seperti itulah sebuah karya penelitian yang Ia lakukan dengan dasar kecintaannya pada sebuah proses yang pernah dilalui. Membuat dirinya tertarik dan seakan ingin selalu terlibat, hal itu dicurahkannya dalam proses pembuatan tugas akhir seorang mahasiswa yaitu skripsi.
Kenikmatan mencari informasi untuk dijadikan berita di waktu-waktu yang tak terduga selalu menjadi keistimewaan tersendiri bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi. Kenikmatan inilah menjadi kenikmatan kedua yang tak terlupakan.
Proses pengerjaan suatu proyek mata kuliah Media Entrepreneurship menjadi pintu gerbangnya. Membantu Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) membangun pasar dengan menggunakan media yang didukung menggunakan strategi komunikasi pesan dalam media.
Berita yang bagus adalah berita yang dibuat dengan pendekatan yang sedekat mungkin dengan subjek. Itulah yang harus dilakukan, menemui Pelaku UMKM agar mendapatkan data dan informasi yang valid. Mengikuti proses yang juga tidak sebentar hingga pengorbanan waktu yang juga tidak sedikit sampai merelakan waktu tidurnya untuk mendapat moment pembuatan susu kedelai yang selalu dilakukan menjelang waktu subuh.
Masa-masa menjadi mahasiswa pemula sudah dilewati. Tiba saatnya Ia mengembangkan sayap ke dunia organisasi.
Satu, dua organisasi sudah dijajali. Hingga hati terpikat pada Campus Ministry.
Mencoba mengenal kehidupan baru. Meraba lingkungan masyarakat baru. Lingkungan perkantoran, lingkungan masyarakat menengah sudah ia lalui. Lingkungan keagamaan menjadi tempat barunya berkarya.
Menjajal menyatu dengan kaum kaum gereja. Menjadi manusia awam yang ingin berkarya dalam gereja. Hingga pencapaian dalam diri yang dilakukan.
Tak cukup sampai di situ. Masih banyak lahan kosong yang harus ditanaminya dalam waktu sesingkat-singkatnya.
Kronik Unikalah yang menjadi tempat pengabdian terakhirnya. Mengabdi untuk kampus tercinta. Mengabdikan kesukaannya untuk kampus Unika.
Kembali , kesekian kalinya gerbang kesempatan lain terbuka. Kronik Unikalah yang menjadi titik awalnya. Kedekatan dengan struktural unika menjadi bonus terbesarnya. Membuat semakin mudah saja orang mengenalnya.
Kurang lebih dua periode Ia habiskan dalam lingkungan ini. Menciptakan banyak berita yang menginformasi masyarakat Unika. Mendapat kepercayaan hingga dukungan. Saat Ia menjalani proses penyelesaiannya sebagai mahasiswa.
“jangan pernah patah semangat dalam mengambil liputan, jangan pernah ragu untuk mengambil kesempatan untuk meliput, sadarilah manfaat lebih besar yang bisa didapatkan dalam proses peliputan,” sedikit wejangan dari Holy bagi kami para penerus kronik, pembuat karya tentang unika dalam alunan kata dan bahasa, menjadi paragraf yang perkasa mengandung makna yang mendalam.
Tujuh semester pun terlalui. Hingga sampai pada gerbang keluar menuju kehidupan nyata. Skripsi menjadi benih akhir yang harus Ia tanam dan selesaikan pada lahannya.
Bukan perkara mudah. Bukan sekejap mata seolah mengerjakan tugas meringkas. Tak hanya mengorbankan waktu subuh saja. Bahkan puluhan purnama dilalui. Puluhan malam minggu di tinggalkan. Demi mewujudkan benih terindah yang menjadi tanggung jawab semua mahasiswa.
Benih itu seakan sempurna. Setelah sang penguji mempersilahkan dirinya meninggalkan ruangan ujian dengan berselempangkan namanya yang berimbuhan S.I.Kom. di bagian belakang. Penantian yang seakan terbayar lunas. Suka, duka, dan harapan terselesaikan dengan baik, dengan kerja keras dan usaha sendiri.
Lahan yang tertanami berbagai jenis benih, seakan indah terlengkapi dengan kelulusan yang dinanti.
“Kesempatan memang tidak datang dua kali, tapi kesempatan datang kepada mereka yang selalu mau mencoba berkali-kali dan ketika kesempatan mencoba datang maka usaha dan doalah yang akan menjadi jurus mujarab dalam mewujudkannya. Jangan pernah berkata aku tidak bisa, tapi teruslah mencoba dan percaya bahwa bisa karena terbiasa, seperti cinta datang karena terbiasa, begitulah adanya kesuksesan ada pada kalian yang tidak malu mencoba walau dalam kegagalan, jangan sedih ketika mereka tidak ada didekatmu, jangan menyerah ketika semua pergi tanpa alasan, percaya dan yakin akan kemampuan dirimu sendiri yang bisa menyelesaikan seperti saat kamu memulainya.”

Kategori: ,