Architecture Annual Exhibition HIMA Unika
Sabtu, 13 April 2019 | 14:19 WIB

Salah satu pembicara dalam talkshow AAE 2019 sedang memaparkan materinya

 

Sebagai salah satu wujud kerjasama yang dilakukan oleh Himpunan Mahasiswa Arsitektur (HIMA) Unika Soegijapranata dengan Akademi Teknik PIKA (ATPIKA), setelah pada bulan  Januari lalu mengadakan kegiatan workshop bersama tentang furnitur berbahan kayu limbah pinus, maka mulai hari Jumat hingga Minggu (12/4 – 14/4) dilanjutkan kegiatan “Architecture Annual Exhibition (AAE) 2019” bertempat di SIM Square Telogorejo Semarang.

Rafael Adrian Lianto sebagai Ketua panitia AAE 2019 menjelaskan mengenai pelaksanaan kegiatan pameran AAE 2019 yang saat ini masih berlangsung.

“Architecture Annual Exhibition adalah workshop sekaligus pameran yang pelaksanaannya merupakan kolaborasi antara Prodi Arsitektur Fakultas Arsitektur dan Desain Unika Soegijapranata dengan Akademi Teknik PIKA (ATPIKA) jurusan desain interior dan furnitur. Dan kita mengangkat tema tentang Furniture Making karena di dalam arsitek, kita juga dituntut untuk bisa mendesain bukan hanya exterior bangunan tetapi juga interior sebuah bangunan, sementara furnitur sendiri merupakan unsur bagian penting dalam desain interior, makanya kita mencoba mengambil tema tentang furniture making ini,” ucap Rafael.

“ Di dalam funiture making sendiri, kita mengambil konsep yang disebut urban living yaitu meubel yang satu bentuk tetapi memiliki multifungsi dalam penggunaannya. Sedangkan tujuan dari AAE ini, yang pertama adalah untuk edukasi dan berikutnya adalah untuk exibisi dan belajar marketing furniture karena dalam pameran ini kita juga bisa pre order,” lanjutnya.

Menanggapi apa yang disampaikan oleh ketua panitia AAE 2019, Ketua Program Studi Arsitektur Unika Soegijapranata Maria Damiana Nestri Kiswari ST MSc menerangkan bahwa acara AAE 2019 ini memang acara yang baru pertama kali diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Arsitektur (HIMA) Unika Soegijapranata bekerja sama dengan ATPIKA, dan program studi Arsitektur memberikan dukungan positif terhadap penyelenggaraan kegiatan ini.

“Acara AAE ini juga diselenggarakan di ruang publik, tentu saja dengan maksud untuk mempublikasikan pula hasil karya para mahasiswa kepada masyarakat,” terang Nestri.

“Disamping itu, dalam AAE ini juga diselenggarakan talkshow dengan mengundang enam pembicara yang menyampaikan materi yang berbeda-beda. Ini menjadi kesempatan untuk mengupgrade keilmuan kita karena dalam talkshow ini kita bisa mengetahui perkembangan dunia furnitur yang semakin pesat sesuai tuntutan pasar juga kemajuan teknologi melalui para pelaku industri yang tentu saja lebih advance,” tutupnya. (fas)

Kategori: ,