Seniman Prihatinkan Situasi Jelang Pemilu
Selasa, 26 Maret 2019 | 10:37 WIB

image

Pameran Seni Budaya dan Sastra di Pastoran Unika Soegijapranata

Puluhan karya seni rupa romo, suster, para penyandang disabilitas serta perupa Semarang dipamerkan di Pastoran Johannes Maria Unika Seogijapranata, Gang Kampung Asri.

Dalam pameran bertajuk "Kian Berbagi Berkat bagi Kerukunan, Kemanusiaan dan Kebangsaan" ini total ada 51 karya dari beragam materi seperti cat minyak di kanvas, cat air di kertas, akrilik di kanvas, pastel, dan pensil di kertas. "Total yang terlibat dalam karya seni rupa sebanyak 20 orang. Mereka antara lain Romo Lukas MSF, Romo Ipenk MSF, Romo Wito Pr, Romo Budi Purwantoro Pr, Romo Harikus Pr (almarhum), Romo Suryonugroho Pr, Romo Tri Wahyono Pr dan Sr. Laurentia PI. Dari aktivis perempuan ada Rita dan Lely, ada pula Rama Dani Syafriyar, remaja penyandang autisme, Panti Asuhan Cacat Ganda YSS, Komunitas Sahabat Difabel Semarang," ujar Penanggung Jawab Pameran Aloys Budi Purnomo Pr, Sabtu (23/3).

Untuk Pembangunan

Budi melanjutkan, beberapa lukisan karya mendiang Romo Harikustono Pr yang dipamerkan, apabila dibeli oleh siapa pun, kata dia, seluruhnya akan dipersembahkan untuk pembangunan Rumah Sepuh Para Romo Projo Keuskupan Agung Semarang.

Tema "Berbagi Berkat demi Kerukunan, Kemanusiaan, dan Kebangsaan" ini, lanjut dia, dipilih karena keprihatinan terhadap pertarungan politik yang mengorbankan sebagian masyarakat. Pesta demokrasi yang semestinya menggembirakan dan membahagiakan justru berada dalam situasi kritis karena cenderung terlalu politis dalam rangka Pilpres dan Pileg 2019. "Eskalasi ketegangan memanas oleh karena keterbelahan dua kubu pendukung Paslon Capres- Cawapres. Ditambah kubu penyeru ajakan golput, suasana bukannya adem ayem tentrem justru kian memanas. Lalu harus bagaimana kita?" katanya.

Pameran yang berlangsung dua hari itu digelar oleh Tim Karya Kerasulan Jurnalistik INSPIRASI bersinergi dengan Sanggar Seni Tosan Aji Gedongsongo Ungaran, dan Campus Ministry Unika Soegijapranata didukung Gusdurian Semarang. Peristiwa ini sekaligus menjadi kelanjutan pameran lukisan sebelumnya yang bertajuk "Perdamaian Palestina, Kerukunan Kita". "Prinsip dan semangat kami adalah berbagi untuk kerukunan, kemanusiaan, dan kebangsaan. Pameran dilaksanakan dalam semangat demokrasi yang membahagiakan dan menggembirakan," tambah pria yang akrab disapa Romo Budi.

https://www.suaramerdeka.com, Suara Merdeka 24 Maret 2019 hal. 2

Kategori: ,