Redam Suhu Politik Jelang Pilpers Melalui Apel Rakyat
Selasa, 26 Maret 2019 | 12:07 WIB

image

Pastoran Yohanes Maria Semarang mengadakan acara yang bertajuk Apel Rakyat yang diadakan di Gereja Pastoran Yohanes Maria, Bendan Dhuwur, Semarang, Sabtu (23/3), guna meredam suhu panas politik jelang pilpers dan pileg 2019.

Ketua Acara, Aloys Budi Purnomo Pr mengatakan, pesta demokrasi seharusnya menggembirakan dan membahagiakan justru berada dalam situasi kritis karena cenderung terlalu politis dalam rangka Pilpres dan Pileg 2019.

Menurutnya, eskalasi ketegangan memanas karena keterbelahan dua kubu pendukung Paslon Capres-Cawapres. Selain itu, ada kubu penyeru ajakan Golput, suasana bukannya adem ayem tentrem, melainkan kian memanas.

"Oleh karena itu melalui apel kerakyatan mampu mereduksi itu semua agar suasana politik kembali menyenangkan," jelas Budi.

Ia mengatakan, pada kegiayan ini, dirinya akan elaborasikan bersama beberapa kawan pecinta seni, budaya dan sastra puisi dalam Pameran Seni Rupa 23-24 Maret 2019.

"Tim Karya Kerasulan Jurnalistik INSPIRASI, Lentera yang Membebaskan bersinergi dengan Sanggar Seni Tosan Aji Gedongsongo Ungaran, dan Campus Ministry Unika Soegijapranata dan didukung Gusdurian Semarang menyelenggarakan pameran dan pentas seni budaya serta sastra ini," paparnya.

Ia menambahkan, peristiwa ini sekaligus menjadi kelanjutan Pameran Lukisan 21-25 Maret 2018 tahun lalu yang bertajuk "Perdamaian Palestina, Kerukunan Kita".

Sedangkan tema kali ini, 23-24 Maret 2019 adalah ‘Kian Berbagi Berkat bagi Kerukunan, Kemanusiaan dan Kebangsaan.’

"Kali ini, sebagai penanggungjawab peristiwa seni budaya dan sastra ini, saya memberi fokus perhatian kepada para Romo, Suster, Aktivis Perempuan dan Penyandang Disabilitas untuk menampilkan karya seni rupa mereka," katanya.

Ia melanjutkan, dari kalangan romo dan suster ada Romo Lukas MSF, Romo Ipenk MSF, Romo Wito Pr, Romo Budi Purwantoro Pr, Romo Harikus Pr (almarhum), Romo Suryonugroho Pr, Romo Tri Wahyono Pr dan Sr. Laurentia PI. Dari aktivis perempuan ada Rita dan Lely.

Selain itu, ada pula Rama Dani Syafriyar, Remaja Penyandang Autisme, Panti Asuhan Cacat Ganda YSS, Komunitas Sahabat Difabel Semarang. Total karya adalah 51 karya dari beragam materi, cat minyak di kanvas, cat air di kertas, akrilik di kanvas, pastel dan pensil di kertas.

"Total yang terlibat dalam karya seni rupa sebanyak 20 orang," tandasnya.

http://www.rmoljateng.com

Baca Berita serupa:

Kategori: