Prodi Magister Manajemen Kuati Kemampuan Soft Skill Development Mahasiswanya
Senin, 4 Maret 2019 | 9:11 WIB

Independent Consultant H Leman Iskandar, saat memberikan arahan materinya kepada peserta. (1/3/2019)

Sebuah kegiatan soft skill development  2019 untuk meningkatkan kemampuan komunikasi, membangun sinergitas dan kebersamaan serta kemampuan analisis sosial,  telah diselenggarakan selama dua hari oleh Program Studi Magister Manajemen Unika Soegijapranata di Griya Paseban Semarang, mulai tanggal 1 hingga 2 Maret 2019.

Acara yang diikuti oleh sekitar 30 peserta baik mahasiswa maupun dosen serta perwakilan LPUBTN (Lembaga Pendamping Usaha Buruh Tani Nelayan) ini mengundang narasumber seorang Independent Consultant H Leman Iskandar dari Jakarta.

Dalam penjelasannya, Ketua Program Studi (Prodi) Magister Manajemen Unika,  Dr Agatha Ferijani MS HRM menyatakan bahwa kegiatan soft skill development  yang dilaksanakan dua hari ini dirancang sesuai dengan visi misi Prodi Magister Manajemen.

“Prodi Magister Manajemen Unika memiliki semboyan ‘Being Great in Humanity‘,  maka kegiatan soft skill ini pun selaras dengan visi misi program studi. Artinya dengan kegiatan soft skill ini harapannya mahasiswa akan terbekali dengan kepribadian yang peka terhadap masalah sosial di sekitarnya dan dapat menjadi agen perubahan bagi orang lain atau masyarakat. ”

Sedangkan ketua panitia soft skill development  Magister Manajemen Liem Pamela Lukito juga menambahkan bahwa pelaksanaan soft skill development  tersebut wajib diikuti oleh para mahasiswa sebanyak dua kali penyelenggaraan serta wajib menjadi panitia sekali,  maka harapannya dengan pewajiban ini dapat memberikan bekal yang cukup bagi mahasiswa dalam mengembangkan diri,  terlebih pada hari Sabtu atau di hari kedua, para mahasiswa akan mendampingi 15 UMKM di Tambakrejo,  maka peran mahasiswa sangat diperlukan untuk meningkatkan kesejahteraan warga.

“Kami mengadakan kegiatan diskusi kelompok dan game-game kecil yang bertujuan membangun keberanian dan kepercayaan diri serta mengasah kemampuan komunikasi peserta sehingga harapannya para mahasiswa akan semakin siap dalam pendampingan UMKM. Dan sebelumnya kami juga sudah melakukan survei sekitar satu bulan dengan bekerja sama dengan LPUBTN dari Keuskupan Agung Semarang untuk pemberdayaan sosial dan ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan umat atau masyarakat terutama yang terpinggirkan,” pungkasnya. (fas)

 

Kategori: ,