Permenkes Rekam Medis Mendesak Diperbaharui
Selasa, 5 Maret 2019 | 14:37 WIB

image

Pemanfaatan teknologi informasi dalam rekam medis elektronik (RME) di bidang kesehatan menjadi tren dalam pelayanan kesehatan secara global.

Namun, hal itu belum bisa terealisasikan di negeri ini karena terkendala ketentuan. Sebagaimana Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 269/MenKes/Per/III/2008 tentang Rekam Medis, bahwa penyelenggaraan rekam medis dengan menggunakan teknologi informasi elektronik diatur lebih lanjut dengan peraturan tersendiri.

"Peraturan rekam medik perlu diperbaharui atau ditinjau kembali, karena pelaksanaan rekam medik manual ini harus diubah menyesuaikan kebutuhan saat ini. Model pelayanan kesehatan, perlu menggunakan teknologi informasi," kata Kaprodi Hukum Kesehatan, Unika Soegijapranata Semarang Dr Endang Wahyati didampingi Dekan Fakultas Hukum dan Komunikasi, Unika Dr Marcella Elwina MHum disela-sela seminar nasional "Perlindungan Hukum dalam Penerapan Rekam Medis Elektronik" di Hotel Santika Premiere Semarang, Sabtu (2/3).

RME kin sudah banyak dipakaikan berbagai rumah sakit di dunia, sebagai pengganti rekam medis kesehatan berbentuk kertas.

Secara Elektronik
Menurut dia, secara administratif rekam medis elektronik bermanfaat sebagai gudang penyimpanan informasi secara elektronik, mengenai status kesehatan dan layanan kesehatan yang diperoleh pasien sepanjang hidupnya.

Hal itu juga memberi manfaat bagi dokter dan petugas kesehatan dalam mengakses informasi pasien, sehingga bisa membantu pengambilan keputusan klinis.

"Membuat model pelayanan kesehatan berbasis teknologi informasi, harus diikuti regulasinya. Ketika ada urgensi pengaturan rekam medis elektronik, maka perlu dibuat aturan dulu agar tidak timbulkan persoalan," katanya.

Di sisi lain, Sekretaris Ditjen Pelayanan Kesehatan, Kemenkes RI Dr dr Agus Hadian Rahim Sp OT MHKes mengatakan, rekam medis ini dokumen yang harus dijaga kerahasiaannya.

Itu milik pasien yang jadi dokumen milik rumah sakit. Seiring perubahan teknologi di era disrupsi, kebutuhan RME itu memang tak terhindarkan.

Suara Merdeka 5 Maret 2019 hal. 19

Kategori: