Perguruan Tinggi Diminta Gerakkan Kewirausahaan
Jumat, 15 Maret 2019 | 9:31 WIB

image

Perguruan tinggi dinilai memiliki tanggung jawab sosial dalam menggerakkan kewirausahaan, terutama bagi pelaku yang baru memulai usaha. Bentuk tanggung jawab itu bisa berupa pendampingan usaha, dengan tujuan meningkatkan skala bisnis.

”Perguruan tinggi bisa memberi bantuan teknis, pendampingan, dan pengamatan proses kewirausahaan. Harapannya, usaha masyarakat bisa lebih baik dan mendatangkan kesejahteraan,” kata Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Unika Soegijapranata Semarang Dr Octavianus Didgo Hartomo SE MSi Akt, di selasela Forum Dekan FEB Kristen- Katolik di Hotel Noormans, Semarang, kemarin.

Menurut dia, ada 17 universitas Kristen-Katolik Forum Dekan, di antaranya UKSW Salatiga, Unika Atma Jaya Jakarta, Unika Widya Mandala Madiun, Universitas Kristen Parahyangan Bandung, Universitas Kristen Maranatha Bandung, dan Universitas Kristen Tentena Sulawesi Tengah.

Dampingi Masyarakat
Forum ini membahas materi sosial entrepreneur yang diberikan dosendosen University of San Carlos, Filipina. San Carlos secara kontinyu terus mendampingi masyarakat Filipina dalam berwirausaha.

Bagaimana mereka menjalankan program-programnya selama ini, hasilnya bisa dibagikan ke forum. ”Modelnya bisa saja kami adopsi, karena ada kesamaan antara Indonesia dan Filipina, yaitu sama-sama ada kemiskinan. Kalau jalan sendiri-sendiri tentu tidak bisa. Karena itu, bisa dibantu proses produksi, pemasaran, hingga pendanaan supaya skala usahanya meningkat seperti di Filipina,” ungkapnya.

Dosen University of San Carlos, Filipina, Melanie Banzuela De Ocampo PhD mengaku berkolaborasi dengan mitranya, Santa Clara University, Amerika, mengenai pengembangan kewirusahaan. Santa Clara sudah melahirkan banyak contoh wirausahawan sukses. Pengalaman sosial wirausaha itu akan dibagikan di Indonesia.

Suara Merdeka 14 Maret 2019 hal. 22, https://www.suaramerdeka.com/smcetak

Kategori: ,