Peraturan Rekam Medik Perlu Ditinjau Ulang
Rabu, 6 Maret 2019 | 11:38 WIB

image

Wakil Rektor I Unika Soegijapranata Semarang Dra Cecilia Titiek Murniati MAPhD dan Dekan Fakultas Hukum dan Komunikasi (FHK) Dr Marcella Elwina S SH CN MHum membuka seminar nasional ‘Paperless Healthcare System in Indonesia: Perlindungan Hukum dalam Penerapan Rekam Medis Elektronikí di Semarang, Sabtu (2/3). Tampil sebagai pembicara Dr dr Agus Hadian Rahim Sp OT (K) MEpid MHKes (Sekretaris Ditjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI), Prof Dr Wila Chandrawila S SH SH CN, dan Prof Dr Huang Chi-Chen. Kaprodi Magister Hukum Kesehatan Unika Dr Endang Wahyati menyatakan pelayanan kesehatan harus menyesuaikan perkembangan teknologi dengan serba digital, termasuk rekam medik atau catatan kondisi kesehatan pasien.

Peraturan menteri no 269 tahun 2008 tentang rekam medik yang ada perlu ditinjau kembali karena selama ini peraturan tersebut lebih pada rekam medik yang bersifat konvensional atau berbasis kertas. Belum ada rekam medik yang mengatur elektronik. ”Peraturan yang ada selama perlu ditinjau kembali, mana yang rekam medik manual dan mana yang elektronik harus diatur dengan jelas karena sudah banyak layanan medis yang menggunakan rekam medik elektronik,” ujar Dr Endang.

Kedaulatan Rakyat 5 Maret 2019 hal. 16

Kategori: