Pengajar Universitas di Belanda Bahas Pembangunan Kota dari Pendekatan Game Theory
Senin, 11 Maret 2019 | 9:22 WIB

image

Indonesia saat ini masih berkutat pada permasalahan pembangunan kota. Maka, seorang doktor Belanda membahas pembangunan kota di Indonesia dari perspektif berbeda. Yakni menggunakan pendekatan game theory.

Adalah peneliti sekaligus pengajar di Department of Geography, Spatial Planning and Environment, Radboud University, Nijmegen, Belanda, Dr. Ary Ardriansyah Samsura yang membahas pembangunan kota memakai kacamata game theory.

Diskusi dilakukan oleh Program Magister Lingkungan dan Perkotaan (PMLP) Unika Soegijapranata, Semarang, Kamis (7/3/2019) hingga Sabtu (9/3/2019).

Game theory ialah studi mengenai model matematika yang menggambarkan interaksi kedua pemain yang merupakan individu yang rasional, di mana terdapat interdependensi antara strategi-strategi pemain.

Setiap strategi memberikan konsekuensi yang berbeda bagi pemain itu sendiri maupun pemain lainnya.

Menurut Ary, pembangunan kota di Indonesia saat ini sedang gencar-gencarnya dilakukan. Sementara pembangunan kota modern, lanjutnya, memerlukan adanya stakeholders.

"Lewat game theory ini perilaku stakeholders bisa terlihat," paparnya.

Menurut Dr. Ary, lewat pendekatan game theory seseorang bisa memahami bagaimana perilaku stakeholders dalam berinteraksi untuk mengambil keputusan bersama dalam membangun kota.

Serta dapat mengetahui dengan menggunakan asumsi bahwa stakeholders memiliki interdependensi serta bagaimana interaksi antara satu sama lain.

Menurutnya dalam proses pembangunan kota, situasi saling kebergantungan antar stakeholders tersebut banyak terjadi.

Di antaranya banyak stakeholder terlibat perencanaan pembangunan kota, tidak hanya dalam perencanaan tetapi juga pada pembangunan wilayah dan kota.

"Jika dulu kendali dipegang satu pihak yaitu pemerintah namun sekarang banyak yang terlibat dalam pembangunan wilayah dan kota," katanya.

Lalu ia menjelaskan celah keamanan kota juga semakin meningkat, dengan adanya tantangan-tantangan tersebut.

Di antaranya perubahan masyarakat agraris menuju masyarakat modern yang membawa kesenjangan sosial tinggi.

"Hal ini menambah kompleksitas pembangunan wilayah dan kota, serta membuat orang berkaitan satu dengan yang lain," ujarnya.

Dr. Ary berharap lewat pendekatan game theory dapat menganalisis perilaku dalam pembangunan kota, dan selanjutnya dapat mengurai kompleksitas masalah.

"Sehingga pembangunan kota di Indonesia menuju ke arah positif," papar dia.

Sekretaris Program PMLP Unika, Hotmauli Sidabalok berharap mahasiswa dan peserta forum diskusi dapat menambah wawasan dan pengetahuan serta bisa mengupgrade ilmu.

"Teori ini bisa menjadi salah satu referensi terkait perencanaan tata kota dan lingkungan berikut regulasinya," paparnya.

http://jateng.tribunnews.com/

Kategori: