Medsos Dapat Pengaruhi Kebijakan Publik
Jumat, 8 Maret 2019 | 17:16 WIB

image

Adanya media sosial membuat setiap orang bebas mengemukakan pendapatnya. Bahkan hal ini bisa memengaruhi kebijakan publik. Hal itu disampaikan peneliti sekaligus pengajar di Department of Geography, Spatial Planning and Environment, Radboud University, Nijmegen, Netherland Ary Adriansyah Samsura dalam diskusi bertema "Tantangan Perancangan Ruang di Tengah Meningkatnya Kompleksitas dan Kerentanaan Wilayah dan Kota: Sebuah Pendekatan Game Theory," di Kampus Unika Soegijapranata, Jumat (8/3/2019).

”Hal-hal inilah yang menambah kompleksitas pembangunan wilayah dan kota, serta membuat orang terkait satu dengan yang lain dan semakin bergantung satu sama lain," ungkapnya.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Program Magister Lingkungan dan Perkotaan (PMLP) Unika Soegijapranata.

Ary menguraikan pendekatan game theory dalam perencanaan suatu kota modern.

Game theory pada dasarnya adalah pendekatan mathematic yang digunakan untuk mempelajari interaksi antaraktor yang memiliki interdependensi atau keputusan yang diambil oleh satu pihak atau satu orang memiliki saling kebergantungan terhadap keputusan orang lain.

”Memang pendekatan game theory ini sangat kuantitatif, tetapi melalui pendekatan ini pula kita bisa memahami bagaimana perilaku stakeholders dalam berinteraksi untuk mengambil keputusan bersama dengan menggunakan asumsi bahwa setiap orang atau stakeholders rasional tersebut memiliki interdependensi antara satu sama lain," tambahnya.

Dalam proses perencanaan dan pembangunan wilayah dan kota, lanjut Ary, situasi saling kebergantungan antar-stakeholders tersebut sering ditemukan. Apalagi dengan munculnya berbagai tantangan-tantangan baru dalam proses perencanaan dan pembangunan wilayah dan kota.

Di samping itu, vulnerabilitas (celah keamanan) juga semakin meningkat dengan adanya tantangan-tantangan tersebut, seperti adanya perubahan dari masyarakat agraris menuju masyarakat modern.

”Hal ini membawa dampak munculnya kompleksitas-kompleksitas tersendiri seperti kesenjangan sosial yang tinggi antara yang kaya dan yang miskin, semakin padatnya kota,” jelasnya.

Ary juga mengemukakan faktor lain yang menjadi tantangan dalam perencanaan dan pembangunan wilayah dan kota yang pada saat yang sama juga meningkatkan vulnerabilitas wilayah dan kota tersebut, yaitu perubahan Iklim.

”Tidak hanya menjadi tanggung jawab otoritas dalam hal ini pemerintah saja, tetapi juga masyarakat, private sector, juga pihak-pihak yang berkepentingan seperti NGO atau apapun, ini semakin banyak terlibat dan terkait satu sama lain.”

Oleh karenanya, sambung Ary, dengan pendekatan game theory harapannya kita dapat menganalisis dan selanjutnya dapat mengurai kompleksitas masalah dan juga mengurangi vulnerabilitas yang ada dalam pembangunan wilayah dan kota.

Sementara itu, Sekretaris Program PMLP Hotmauli Sidabalok menjelaskan, sebagai program magister yang konsen terhadap lingkungan dan perkotaan, diharapkan Ary dapat membagikan keilmuan dan pengalamannya menyangkut pendekatan game theory pada perencanaan perkotaan di era milenial ini.

Dia berharap, mahasiswa dan peserta forum diskusi dapat menambah wawasan dan pengetahuan serta bisa memperbarui ilmu supaya bisa menjadi salah satu referensi terkait pencanaan tata kota dan lingkungan berikut regulasinya.

http://ayosemarang.com

Kategori: