ICBE Unika Diikuti Peserta Tujuh Negara
Jumat, 15 Maret 2019 | 14:19 WIB

ICBE Unika Diikuti Peserta Tujuh Negara - SM 14_03_2019 hal. 24

Konferensi Internasional di Semarang
SEMARANG – Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata bersama University of San Carlos, Filipina menggelar International Conference on Business and Economics (ICBE) di Hotel Noormans, Rabu (13/3).

Konferensi intemasional diikuti 65 peserta dari tujuh negara, di antaranya Tanzania, Indonesia, Thailand, Taiwan, India, dan Filipina. Adapun, tema konferensi itu ialah "Menciptakan, Mengelola, dan Mendistribusikan Kekayaan : Memenuhi Tujuan Masyarakat Ekonorni ASEAN (MEA)".

Rektor Unika Prof Dr F Ridwan Sanjaya MS IEC mengatakan, topik yang dibahas ini sangat relevan dengan kondisi terkini.

"Kita semua dituntut untuk berubah dan menyesuaikan diri dengan masyarakat yang terus berubah dan semakin menjadi global. Saat ini, beberapa organisasi bisnis dibangun oleh banyak anak muda dari berbagai negara dan lintas negara," kata Ridwan saat memberikan keterangan pers setelah pembukaan konferensi intemasional.

Menurut dia, fakta ini menunjukkan bahwa generasi mereka lebih siap sebelum banyak perjanjian dibangun secara multilateral. Akibatnya, beberapa organisasi yang masih muda telah berhasil menarik investor dart seluruh dunia. Bahkan, bisnis mereka juga telah berhasil mamasuki negara lain seperti memasuki kota-kota lain di negara ini. Batas-batas antar negara menjadi hampir tidak terlihat dengan melihat keberhasilan mereka.

Ridwan dalam kesempatan itu didampingi Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unika Soegjijapranata Semarang Dr Octavianus Didgo Hartomo SE MSi Akt, Kepala Pusat Pengkajian dan Pengembangan Manajemen FEB Unika Drs Sentot Suciarto AMP PhD, Kepala Biro Perekonomian, Setda Jateng Ign Indra Surya, dan perwakilan San Carlos, Melanie B De Ocampo PhD. Sentot menjelaskan, terselenggaranya ICBE ini tak terlepas dari jalinan kerja sama dengan perguruan tinggi Katolik di ASEAN.

Bukan hanya konferensi, tapi juga pertukaran dosen, kerja sama penelitian yang berlanjut sampai sekarang. Di sisi lain, Indra Surya menegaskan, pemerintah provinsi mengapresiasi penyelenggaraan konferensi. Ia berharap, konferensi ini bisa menghasilkan manfaat bagi dunia pendidikan, masyarakat, ataupun negara-negara ASEAN.

Suara Merdeka 14 Maret 2019 hal 24

Kategori: